Sabtu 05 November 2022, 13:53 WIB

Hari Ini Ekshumasi Jenazah Dua Korban Tragedi Kanjuruhan

Bagus Suryo | Nusantara
Hari Ini Ekshumasi Jenazah Dua Korban Tragedi Kanjuruhan

ANTARA/Purnomo
Polisi berjaga di lokasi ekshumas jenazah korban Tragedi Kanjuruhan di TPU Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/11).

 

PROSES autopsi terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan berinisial NBR, 16, dan NDA, 13, dilakukan enam dokter forensik yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Jawa Timur.
 
Ketua PDFI Cabang Jawa Timur dr Nabil Bahasuan di Kabupaten Malang, Sabtu (5/11), mengatakan bahwa dokter yang melakukan autopsi menggunakan metode ekshumasi tersebut berasal dari tim independen dibentuk PDFI Jatim.
 
"Kami membentuk tim independen yang terdiri dari dua penasihat, enam operator," kata dia.
 
Ia menjelaskan tim dokter tersebut terdiri atas tiga orang, masing-masing dari Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Universitas
Airlangga, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
 
Selain itu, lanjutnya, melibatkan empat fasilitas kesehatan, yakni RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, RSUD Dokter Sutomo Surabaya,
RSUD Syarifah Bangkalan, dan Rumah Sakit Pendidikan Unair.
 
"Dua orang penasihat tidak ikut. Kemudian yang enam lainnya ada di sini melakukan ekshumasi," katanya.
 
Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menyatakan proses ekshumasi juga dikawal pihak kepolisian. Sejumlah petugas polisi disiagakan agar proses autopsi korban Kanjuruhan berjalan lancar.


Baca juga: Covid-19 Muncul Lagi di Lembata

 
"Kami juga membantu menyiapkan sistem pengamanan di sini, agar proses berjalan lancar," ujarnya.
 
Proses autopsi dilakukan terhadap dua korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascalaga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
 
Proses autopsi dilakukan terhadap NBR dan NDA yang merupakan kakak beradik, anak dari seorang ayah bernama Devi Athok, warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
 
Keduanya dimakamkan di Pemakaman Umum Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Dua korban tragedi Kanjuruhan tersebut dimakamkan berdampingan dengan makam ibu mereka yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
 
Sebelumnya, Devi Athok selaku ayah korban tragedi Kanjuruhan tersebut, sempat membatalkan tindakan autopsi kepada kedua anaknya. Saat itu, Polda Jawa Timur menyatakan pihak keluarga korban tidak menyetujui proses autopsi.
 
Pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan Arema melawan Persebaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan,
Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk area lapangan.
 
Akibat kejadian itu, 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen  dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan dan berat. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

Ist

Penerbit Erlangga Kirim Bantuan untuk MCK Bagi Korban Gempa Cianjur

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 11:25 WIB
Penerbit Erlangga melalui Solidaritas Erlangga (SOGA) memberikan bantuan masing-masing 2 unit kamar mandi dan toilet portabel untuk di...
Dok MI

PLN Babel Tanam 1.600 Pohon untuk Mencegah Bencana

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 29 November 2022, 11:00 WIB
PT PLN Bangka Belitung melaksanakan penanaman 1.600 pohon serentak Bukit Mangkol Kabupaten Bangka...
Ist

Wira Cipta Perkasa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Cianjur

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 10:43 WIB
Fokus bantuan yang disalurkan kepada korban bencana gempa Cianjur diarahkan ke daerah-daerah yang belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya