Kamis 03 November 2022, 22:52 WIB

Polda Jatim Diminta Lakukan Rekonstruksi Ulang Peristiwa Kanjuruhan

mediaindonesia.com | Nusantara
Polda Jatim Diminta Lakukan Rekonstruksi Ulang Peristiwa Kanjuruhan

ANTARA/Didik Suhartono
Polisi melakukan rekonstruksi tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/10).

 

TIM Gabungan Aremania (TGA) meminta penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk melakukan rekonstruksi ulang terkait peristiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang menewaskan 135 orang tersebut.
 
Anggota Tim Hukum Gabungan Aremania Anjar Nawan Yusky, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (3/11) malam, mengatakan bahwa pelaksanaan  rekonstruksi ulang tersebut harus dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni Stadion Kanjuruhan.
 
"Meminta kepada penyidik Polda Jawa Timur untuk melaksanakan rekonstruksi ulang di tempat kejadian perkara, yaitu di Stadion
Kanjuruhan," kata Anjar.
 
Anjar menjelaskan, proses rekonstruksi yang sebelumnya dilakukan di Lapangan Markas Polda Jawa Timur tersebut, tidak menggambarkan kejadian yang sesungguhnya, seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 tersebut.
 
Menurutnya, hal itu disebabkan bahwa rekonstruksi yang dilakukan di lapangan Markas Polda Jatim tersebut, tidak bisa mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi di Stadion Kanjuruhan yang ada di Kabupaten Malang, pascalaga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
 
"Kondisi atau keadaan di lapangan Mapolda Jatim tidak sama dengan di Stadion Kanjuruhan," ucapnya.
 
Ia menambahkan, selain itu, dalam proses rekonstruksi yang digelar di Surabaya tersebut, tidak ada saksi-saksi dari pihak suporter Arema FC, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Aremania, yang menjadi saksi mata dalam kejadian tersebut.


Baca juga: Polres Solok Selatan Ungkap Prostitusi Libatkan Anak di Bawah umur

 
"Kemudian, saksi-saksi dari pihak suporter Aremania yang kami dampingi, pada saat rekonstruksi di Mapolda Jawa Timur, tidak hadir. Kami memutuskan ketidakhadiran itu dengan beberapa pertimbangan,"  ujarnya.
 
Dengan ketidakhadiran saksi dari suporter Aremania tersebut, lanjutnya, maka hasil rekonstruksi yang muncul adalah keterangan sepihak dari saksi-saksi yang ada dari pihak kepolisian dan tersangka.
 
"Seperti yang kita ketahui, yang muncul adalah tidak ada tembakan gas air mata ke arah tribune," ujarnya.
 
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyatakan bahwa berkas perkara kasus tragedi Kanjuruhan itu masih berstatus P18, yang berarti belum sepenuhnya lengkap. Pihak kejaksaan mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik Polda Jawa Timur.
 
Pada Sabtu (1/10), terjadi kericuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan,
Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.
 
Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.
 
Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan termasuk luka berat. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Tol Semarang-Demak Siap Dioperasikan Saat Libur Nataru

👤Haryanto 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:00 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memastikan jalan Tol Semarang-Demak siap digunakan saat momen libur Natal dan Tahun Baru...
MI/Palce

Ketum Partai Demokrat Kutuk Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar

👤Palce Amalo 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:50 WIB
DIa menegaskan, terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus dihadapi dan lawan...
Medcom

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Di Jawa Tengah

👤Akhmad Safuan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:45 WIB
CUACA ekstrem masih akan terjadi di sejumlah daerah di Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya