Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
SUNTORY Beverage and Food (SBF) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) serta Dinas Pendidikan Kota Palu meresmikan Pusat Pelatihan Guru yang berlokasi di SDN Inpres 2 Tondo, Palu, Sulawesi Tengah.
Selain peresmian, juga digelar Pelatihan Kepala Sekolah dengan konsep training of trainers bertajuk Pembelajaran Ramah Anak yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu beserta jajaran UPTD serta 150 kepala sekolah dasar (SD) dari empat koordinator wilayah Kota Palu.
Neeraj Goyal, Chief Executive Officer Suntory Garuda Beverage (SGB), anak perusahaan SBF di Indonesia, mengatakan sejalan dengan visi Grup Suntory yaitu Growing For Good, pihaknya berkomitmen selalu membagikan manfaat yang baik kepada masyarakat dan lingkungan tempat mereka beroperasi, salah satunya melalui program corporate social responsibility (CSR) tanggap bencana.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah lokal di Kota Palu, pada November 2019 pihaknya memberikan dukungan berupa beasiswa pendidikan dan pembangunan Ruang Belajar Anak.
Melanjutkan dukungan tersebut, Suntory membangun Pusat Pelatihan Guru sebagai bentuk dukungan Suntory untuk pengembangan guru sebagai jantung pemulihan pendidikan.
"Setiap peserta didik harus memiliki akses yang luas terhadap guru berkualitas," kata Neeraj Goyal dalam keterangan yang diterima, Senin (10/10).
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran pada Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Zulkifri Anas MEd menyampaikan pihaknya sangat bangga dan mengapresiasi inisiatif dari SBF.
Baca juga: Kemendikbud-Ristek Sebut Kekosongan Guru Capai 679 Ribu
SBF telah mendukung pengembangan pendidikan dan generasi muda di Indonesia, salah satunya melalui pembangunan Pusat Pelatihan Guru yang baru saja diresmikan.
"Pelatihan dan pembelajaran merupakan proses berkesinambungan, yang perlu terus dilakukan," kata Zulkifli.
"Karena itu, saya mengundang kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan untuk menggunakan Pusat Pelatihan Guru ini semaksimal mungkin untuk kegiatan pelatihan, diskusi, rapat kerja dan kegiatan lainnya yang akan mengasah kemampuan mengajar, meningkatkan kolaborasi, dan memperluas kapasitas guru,” tutur Zulkifli.
Pusat Pelatihan Guru Suntory yang dibangun di atas lahan seluas 100 m² dilengkapi ruang kerja minimalis, ruang rapat guru, laptop, koneksi internet, serta fasilitas meeting online (seperti Microsoft Teams).
Juga dilengkapi modul-modul mengajar topik pelestarian air bersih dan lingkungan, buku-buku penunjang, berikut alat tulis kantor, serta meja dan kursi sebagai fasilitas standar operasional kantor. Fasilitas-fasilitas itu tersedia untuk mendukung pengembangan guru.
Pusat Pelatihan Guru ini juga merupakan hibah Suntory kepada Dinas Pendidikan Kota Palu sebagai aksi kepeduliannya mendukung bangkitnya masyarakat Palu, khususnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pascatsunami dan likuifaksi pada 2018.
Adapun dipilihnya lahan di SD Negeri Inpres 2 Tondo dilakukan setelah Human Initiative (HI) selaku mitra yang ditunjuk Suntory, melakukan assesment dan akhirnya bersama Dinas Pendidikan Kota Palu dan Suntory, menetapkan tempat dibangunnya gedung Pusat Pelatihan Guru tersebut.
“Kami di Dinas Pendidikan Kota Palu sangat berterima kasih untuk Pusat Pelatihan Guru yang diberikan SBF serta Pelatihan Kepala Sekolah yang digelar, karena selaras dengan fokus kami untuk menumbuhkembangkan kapasitas pendidik agar berhasil memenuhi tujuan ambisius yakni memajukan kota dan bangsa," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Palu, Hardi SPd MPd.
Evelyn Indriani, Head of Corporate Relation and Communication SGB pada peresmian Pusat Pelatihan Guru serta pelatihan kepala sekolah.
"Kami juga berterima kasih kepada Kemendikbudristek, Dinas Pendidikan Kota Palu, Kepala SDN Inpres 2 Tondo, dan mitra pembangunan kami Human Initiative (HI) yang memberikan arahan dan dukungan luar biasa hingga terlaksananya proyek ini. Ini adalah awal dari kolaborasi yang lebih berdampak lagi bagi kemajuan Indonesia," lanjut Evelyn.
Azi Abdul Aziz, General Manager Institutional Partnership Human Initiative juga mengapresiasi kerjasama yang terjalin dengan Suntory.
“Sebagai lembaga sosial kemanusiaan yang memiliki semangat untuk terus membangun Indonesia, Human Initiative sangat bangga dapat bergabung dalam proyek pembangunan Pusat Pelatihan Guru dan berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga bersama kita dapat mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi," pungkas Azi Abdul Aziz. (RO/OL-09)
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan kementeriannya memberikan bantuan kepada ribuan guru korban bencana Sumatra berupa banjir bandang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved