Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan AM, santri Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo yang tewas dianiaya oleh dua seniornya. Setidaknya ada 50 reka adegan yang diperagakan oleh para tersangka dan saksi-saksi.
Rekonstruksi digelar di dua tempat yang berbeda. Lokasi reka adegan pertama digelar di tempat kejadian perkara penganiayaan, yaitu di dalam Gedung 17 Agustus lantai 3.
Kemudian rekonstruksi dilanjutkan di lokasi kedua, yaitu di IGD Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor. Di RS inilah pertama kali korban dilarikan usai menerima tindak kekerasan. Rekonstruksi yang digelar secara tertutup itu berlangsung selama dua jam.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo Ajun Komisaris Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menyebut ada fakta baru yang terungkap dalam rekonstruksi kali ini. Saat AM tak sadarkan diri, korban dibopong oleh dua tersangka MFA dan IH bersama dua saksi yang juga menjadi korban penganiayaan untuk dinaikkan ke becak dan dibawa ke IGD RS Yasfin.
"Ada beberapa temuan baru yang berbeda pada prarekonstruksi sebelumnya, salah satunya saat tersangka dan saksi membopong korban ternyata 4 orang. Sedangkan rekonstruksi hanya 3 orang. Kemudian korban sudah meninggal saat dibawa ke rumah sakit," ungkap Niko Rabu (14/9/2022).
Dalam rekonstruksi kali ini penyidik Polres Ponorigo juga melibatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo untuk melihat langsung proses reka adegan.
Polisi mengungkap santri AM tewas di tangan santri senior akibat dianiaya. Pelaku di bawah umur memukul menggunakan patahan tongkat Pramuka ke bagian kaki dan melakukan pukulan tangan kosong ke bagian dada. Sementara itu, pelaku MFA memberi hukuman dengan cara menendang ke bagian dada.
Setelah korban AM terjatuh dan tidak sadarkan diri, tersangka MFA membawa korban menggunakan becak inventaris pondok menuju IGD Rumah Sakit Yasyfin Darussalam Gontor.
Di rumah sakit, korban langsung ditangani petugas medis. Dari pemeriksaan tenaga medis tersebut, diketahui AM sudah meninggal dunia. (Ren/A-3)
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat RI (MPR) Ahmad Muzani mengapresiasi gelaran World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025.
KEMENTERIAN Kebudayaan (Kemenbud) memanfaatkan momentum World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 untuk mempromosikan budaya Indonesia. Angklung dan seni batik
World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 akan digelar pada 9 - 14 September 2025 di Buperta Cibubur Jakarta.
Pondok Pesantren Modern Gontor akan menyelenggarakan World Muslim Scout Jamboree 2025 menyongsong 100 tahun pondok pesantren tersebut pada 2026 mendatang.
Masyarakat. sambung Afton, sampai saat ini dibuat sangat kebingungan dan marah besar atas kecurangan yang dilakukan elite politik
Kegiatan ini akan diikuti oleh kurang lebih 10 ribu alumni, santri, dan wali santri Gontor dari berbagai daerah.
Dodo dan Nasio Siagian, ayah dan anak, terjerat pasal berlapis penganiayaan terhadap tetangga di Kapuk, Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Polisi mengungkap pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur tengah mendalami kasus penganiayaan yang melibatkan tiga pegawai SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
Pengamat ISESS Bambang Rukminto menyoroti pelibatan Brimob dalam penanganan kamtibmas di Polres Tual, Maluku Tenggara, menyusul tewasnya pelajar MTs oleh oknum Bripda MS
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman kawal kasus NS (12), bocah Sukabumi yang tewas diduga dianiaya ibu tiri. Simak kronologi dan ancaman hukumannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved