Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 7.568 balita di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) mengalami stunting. Jumlah tersebut berarti tujuh persen dari total jumlah balita di Kota Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara di Bandung, Jumat (8/7) mengatakan jumlah kasus stunting di Kota Bandung masih tergolong tinggi. Hal itu disebabkan oleh banyaknya faktor pemicu.
Faktor yang berpengaruh diantaranya adalah lingkungan yang tidak sehat. Buruknya kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk juga pada jaminan gizi ibu hamil.
"Faktor kedua adalah stress, kami pernah melakukan survey pada IRT (ibu rumah tangga), ditemukan tingkat stress sampau 60 persen lebih, baik karena depresi, finansial, mental, dan lainnya," ujarnya.
Ia menyayangkan sikap masyarakat yang masih menganggap remeh bahaya stunting, perlu penggencaran edukasi di posyandu-posyandu ditambah pemantauan dan pemeriksaan mendalam secara berkala. Upaya edukasi yang dilakukan Dinkes Kota Bandung salah satunya adalah untuk mendorong pencegahan pernikahan dini.
Menurut data BPS 2021, diketahui pernikahan di bawah umur, di bawah 16 tahun, di Kota Bandung masih mencapai 8,81 persen, atau sekitar 300 ribu anak di bawah umur sudah menikah.
"Jadi kita edukasi masyarakat supaya pernikahan di bawah umur itu tidak terjadi, karena resikonya sangat tinggi. Kita edukasi soal kesehatan ke masyarakat, itu ada tim kesehatan siaga, jadi kalau ada masalah kesehatan kita selalu siap siaga 24 jam," ujarnya.
Menurutnya, pernikahan dini memang dapat disebut sebagai faktor terkuat terjadinya stunting, karena tingginya potensi ketidaksiapan mental orang tua muda dalam membesarkan anak. Diperlukan kolaborasi untuk menginformasikan kepada masyarakat kalau masalah stunting itu krusial.
"Program peningkatan ekonomi di masyarakat merupakan salah satu cara mengurangi stunting, penting untuk penjaminan 1000 hari pertama kehidupan. Dimana ibu hamil harus terjaga kesehatannya sampai dua tahun. Itu yang sekarang kita fokuskan, karena itu yang bisa menangkal terjadinya stunting baru," lanjutnya. (OL-15)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Seorang balita berusia tiga tahun terjatuh dari balkon lantai dua rumah kontrakan di Jatinegara, Jakarta Timur, dan mengalami luka di bagian dagu.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Dehidrasi pada balita bisa cepat membahayakan. Ketahui gejala dan cara menanganinya. Segera periksa dokter jika gejala memburuk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved