Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk menekan angka stunting menghadapi kendala serius setelah kasus baru yang ditemukan membuat prevalensi stunting melonjak dari 10,85% menjadi 12,61% pada tahun 2025.
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM), berbanding terbalik dengan upaya intervensi gizi yang gencar dilakukan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kota Tasikmalaya, Imin Muhaemin, mengatakan kasus baru paling banyak ditemukan pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi saat melahirkan.
"Kasus baru pada tahun ini mengalami kenaikan dan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) jumlahnya naik 12,61 persen di tahun 2025," kata Imin, Kamis (11/12/2025).
Imin merinci, lonjakan kasus baru ini dipicu oleh tingginya angka ibu hamil dengan risiko gizi buruk. Sebenyak 360 orang ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Sebanyak 340 orang ibu hamil mengalami Anemia.
Pemkot sebetulnya telah meluncurkan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemas), dengan menyasar 5.011 ibu hamil agar mendapatkan asupan gizi sebelum melahirkan.
Namun, program ini belum berjalan optimal. Dari target 5.011 ibu hamil, baru sekitar 1.300 ibu hamil yang telah mendapat asupan gizi.
"Program MBG di daerah juga bagus, tetapi kasus baru ditemukan lantaran asupan gizi yang diberikan kepada mereka jangkauannya tidak terakses (optimal) oleh anak stunting," ujarnya.
Untuk menekan kasus ini, Pemkot akan memperkuat intervensi dengan memberikan Tablet Penambah Darah (TPD) sebanyak 90 butir kepada ibu hamil dan menargetkan prevalensi stunting bisa turun hingga 30 persen. (AD/P-5)
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
ARUS mudik jalur arteri nasional di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat menuju arah Timur ke Jawa Tengah meningkat signifikan. Satuan Lalu lintas berlakukan 24 kali sistem one way
Arus mudik di Jalur Gentong Tasikmalaya sempat macet 4 km pada H-3 Lebaran 2026. Polisi berlakukan sistem one way di Pamoyanan untuk urai 52 ribu kendaraan.
Di jalur Kadungora sistem one way diberlakukan dua kali, masing-masing pukul 08.45 hingga 09.00 WIB dan 09.40 hingga 10.00 WIB, dengan titik pending di Jalan Baru Kadungora
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, arus mudik jalur arteri nasional dari arah Jawa Barat menuju Jawa Tengah memasuki H-6 belum ada volume peningkatan
Kendaraan yang terlanjur beroperasi dan telah masuk wilayah Tasikmalaya, supaya masuk ke kantong-kantong parkir yang disiapkan di Rajapolah, Jamanis dan Ciawi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved