Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINDAHAN alam Pacitan baik pantai maupun pegunungannya menjadi salah satu daya tarik dari kabupaten di Jawa Timur ini.
Bukit Tompe yang terletak di Desa Tamanasri pun menjadi salah satu destinasi wisata yang dipilih Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ketika mengunjungi konstituennya pada Senin (4/7).
Siang itu Ibas terlihat duduk di gazebo untuk menikmati pemandangan Gunung Limo serta hamparan alam Pacitan dari atas Bukit Tompe. Ia bahkan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan masyarakat dan pengurus wisata tersebut sembari melihat pemandangan serta menyeruput segarnya es degan.
Pemandangan hijau dari atas Bukit Tompe yang sejuk dan asri ini membuat Ibas terkagum-kagum. Ia pun memuji indahnya bumi Pacitan ini dan berharap bisa dikembangkan hingga menjadi sumber pendapatan warga sekitar.
“Katanya di Desa Tamanasri ini pemandangannya apik, betul nggih? Dari kejauhan sini bisa melihat Gunung Limo. Ini kalau saya bawa Pak SBY pasti beliau bisa melukis di sini," ucap Ibas dalam keterangan, Selasa (5/7).
Baca juga: Sandiaga Uno Turut Ikuti Tradisi Rambut Gimbal di Desa Sembungan
"Ternyata Kabupaten Pacitan tidak hanya pesisir pantainya yang indah, tapi memiliki pegunungan yang menakjubkan. Di Tamanasri ini kita juga bisa melihat pemandangan dari ketinggian, adeem,” ungkapnya.
“Sambil melihat pemandangan asri yang hijau, saya berharap Bukit Tompe ini dikembangkan sebagai tempat wisata serta dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat semua,” tambah Ibas.
Ibas juga menyarankan agar warga sekitar selalu menjaga kebersihan wilayah Bukit Tompe.
“Mari kita sama-sama jaga kebersihan di sini. Apalagi ini tempat ramah lingkungan. Namanya juga Tamanasri, bukan Tamankotor," ujarnya.
"Asri hatinya, asri lingkungannya, asri desanya, asri warganya. Insya Allah semuanya panjang umur, sehat wal afiat dan terus makmur,” ucap Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini.
Sumardi, Kepala Desa Tamanasri pun mengaku jika wisata Bukit Tompe ini mengalami kenaikan pengunjung. “Kemarin ketika puasa, ada sekitar 3000an pengunjung ke sini. Biasanya setelah sahur menikmati pemandangan, sambil lihat sunrise” ujarnya.
“Wah keren nggih. Alhamdulillah, bagus perkembangan wilayah di sini, kalau misalkan tambah rame, masyarakat sekitar juga tolong diperhatikan lebih. Tinggal penginapan ya di sini belum ada, tinggal bertahap saja,” ucap Legislator Partai Demokrat dari dapil Jawa Timur VII ini.
Tak hanya mengenai potensi desa wisata, Ibas juga mendukung penuh potensi lainnya seperti UMKM Kopi Gemati dan anyaman bambu yang saat itu juga ditemui Ibas di Bukit Tompe.
“Selain wisatanya kita juga jangan sampai lupa dengan potensi lainnya, ya kopinya, ya anyaman bambunya yang ternyata bagus kalau terus dikembangkan," jelasnya.
"Bahkan anyaman bambu itu kalau terus dikembangkan bisa lebih modern, kopinya juga bisa dijual sampai keluar Pacitan. Antara wisata dan potensi lainnya harus berjalan selaras nggih. Bisa juga besok menjadi oleh-oleh khas Bukit Tompe, tambah keren,” katanya.
Tak hanya untuk menikmati alam Pacitan, Ibas datang ke Bukit Tompe juga untuk menyapa dan mendengarkan aspirasi warga sekaligus membagikan sembako.
Ia disambut warga sekitar dengan sangat antusias, mereka ramai-ramai ingin melihat dan bertemu wakil rakyat dari Dapil Jatim VII itu sambil menikmati pesona Bukit Tompe.
“Hari ini kami datang memberikan sedikit tapi Insya Allah memberikan api (semangat) bagi seluruh masyarakat. Monggo dimanfaatkan betul kunjungan kulo (saya) agar masyarakat lebih sejahtera,” ujar Ibas.
Sekretaris Desa Tamanasri sekaligus pengurus Bukit Tompe, Eko Nugroho pun sangat berterima kasih atas kedatangan EBY ke desanya, dan berharap pengembangan wilayah sekitar desanya semakin baik lagi kedepannya.
“Terima kasih atas kedatangan Mas EBY (Ibas) di Tamanasri, Wisata Bukit Tompe. Semoga kedepannya kami lebih baik dalam pengembangan desa ini dan kami mohon doa serta supportnya agar mas Ibas bisa berwisata ke sini kembali. Sekali lagi terima kasih, semoga sukses selalu dan tambah jaya,” ungkap Eko Nugroho.
Senada dengan Eko, Nining selaku pemilik UMKM Kopi Gemati juga menyampaikan syukurnya.
“Kami melihat ada perkebunan kopi di Pacitan, jadi kami mengolah biji kopinya menjadi pupuk untuk dijadikan produk UMKM kami ini. Terima kasih, karena kedatangan Mas Ibas berhasil menggerakan geliat ekonomi desa kami untuk lebih maju dan produktif," kata Nining. (RO/OL-09)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Meskipun kemarahan publik meningkat pasca kematian Alex Pretti di Minneapolis, Partai Demokrat menghadapi hambatan besar untuk membatasi pendanaan ICE.
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan politik harus bisa bermanfaat untuk rakyat.
Aktivis hingga influencer menyampaikan 17+8 tuntutan usai aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir ini.
Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membantah tudingan yang menyebutkan partai sebagai dalang dari ramainya isu ijazah palsu Jokowi
ANGGOTA Komisi VI DPR Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menilai usulan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diisi oleh kantor-kantor Kementerian BUMN patut dipertimbangkan
Demokrat tidak dalam menolak putusan MK dan telah menyiapkan sejumlah opsi untuk kemudian dibawa ke pertemuan antar partai politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved