Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NAIKNYA harga sejumlah komoditas cabai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak cukup berdampak terhadap pendapatan para petani. Penghasilan mereka relatif masih tetap stagnan lantaran berimbang dengan biaya produksi yang mesti dikeluarkan.
Ketua Kelompok Tani Bina Muda Lestari, Dadan Ramdani, menjelaskan informasi di lapangan, harga komoditas cabai merah keriting di pasaran saat ini sudah mencapai kisaran Rp60 ribu per kilogram. Namun, di tingkat petani, harga jualnya masih di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
"Di tingkat petani, kisaran harga (cabai merah keriting) sebenarnya tidak terlalu tinggi-tinggi amat. Sekarang harganya kisaran Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilogram. Tapi kalau sudah di pasaran harganya berlipat-lipat. Dengar-dengar sekarang di pengecer sudah Rp60 ribu," terang Dadan ditemui di Kampung Pasircina, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Minggu (5/6).
Bagi Dadan, berlipatnya harga jual komoditas cabai di pasaran tak berdampak apapun kepada para petani. Artinya, pendapatan para petani tak bertambah meskipun harga di pasar melonjak.
"Memang harga jual di tingkat petani juga naik. Tapi biaya produksi juga ikut naik, seperti pupuk, pestisida, dan lainnya. Kalau dihitung-hitung, tetap seimbang lah," ucapnya.
Dadan menuturkan berfluktuasinya harga cabai maupun komoditas lainnya dipengaruhi tingkat pasokan. Jika pasokan berkurang, maka harga dipastikan akan naik. Begitu juga sebaliknya. "Itu mah sih hukum pasar," jelasnya.
Ia tak memungkiri saat ini produksi cabai cenderung mengalami penurunan. Satu di antara faktor pemicunya yakni mulai berkurangnya petani yang menanam cabai.
"Dua tahun terakhir, harga cabai tidak menentu. Sempat turun. Mungkin petani mulai jenuh ditambah modal yang juga berkurang. Jadi, sekarang yang tanam cabai juga sedikit. Pasokan pun jadi sedikit," bebernya.
Dadan mencoba menyiasati besarnya biaya produksi dengan melakukan sistem tumpang sari pada tanaman cabai. Apalagi selama ini Dadan kebanyakan membeli pupuk nonsubsidi yang notabene harganya relatif cukup mahal lantaran pupuk subsidi kadang sulit diperoleh serta kuota pembeliannya terbatas.
"Untuk satu hektare, penggunaan pupuk kimia atau nonsubdisi bisa mencapai 500 kilogram-700 kilogram. Harganya Rp15 ribu per kilogram untuk jenis NPK. Kalau yang subsidi seperti pupuk ZA, kemarin saya beli itu Rp115 ribu per 50 kilogram. Harganya yang subsidi juga naik. Waktu itu saya beli Rp75 ribu," bebernya.
Pun dengan harga pestisida. Menurut Dadan, saat ini harganya ikut-ikutan naik.
"Awalnya Rp65 ribu per liter, sekarang jadi Rp100 ribu per liter. Makanya, biaya produksi sangat tinggi. Kami sih inginnya pemerintah bisa menstabilkan harga," pungkasnya. (OL-15)
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para champion cabai melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWANÂ Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved