Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTI daerah lain, capaian vaksinasi provinsi Jawa Tengah relatif tinggi untuk dua dosis primer (satu dan dua). Sementara untuk dosis ketiga atau booster, karena memang belum lama dimulai, terhitung masih rendah.
Berdasarkan data Kemenkes per Minggu (24/4/2022), cakupan vaksinasi Jateng untuk dosis kesatu telah mencapai 92,6 persen dari target 28.73 juta warga, dosis kedua mencapai 81.6 persen dan dosis ketiga atau booster baru dikisaran 17 persen.
Data ini memacu Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Tengah (Binda Jateng) untuk terus menggelar layanan vaksinasi agar rasio dosis booster bisa segera menyusul dua dosis sebelumnya.
"Karena merupakan dosis lanjutan, dosis booster ini memang belakangan dimulai, dan wajar bila capaiannya tertinggal. Tapi ini memacu kita untuk terus menggencarkan vaksinasi, mengajak masyarakat untuk lanjut ke dosis ketiga, sehingga secepatnya rasionya akan berimbang," papar Kepala Binda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto, Selasa (26/4).
Namun di atas masalah angka, yang terpenting dari dosis booster, lanjut Sondi, adalah fungsinya sebagai penguat antibodi di dalam tubuh. Warga masyarakat yang telah mendapatkan dosis booster akan memiliki kemampuan di dalam tubuhnya untuk mengatasi virus Covid-19 jika tertular, sehingga virus kehilangan kemampuan merusak, menular, dan kalaupun bergejala hanya gejala ringan.
"Ini motivasi kita menggencarkan vaksinasi booster saat ini, yaitu memberikan penguatan imunitas masyarakat menjelang libur panjang Lebaran, mengingat mobilitas dan interaksi sosial akan sangat tinggi," ujar Sondi.
"Aktivitas masyarakat sehubungan dengan Lebaran seperti mudik, silahturahmi ke orang tua, saudara dan teman, halal bi halal, hingga berlibur ke tempat wisata, membuat kami harus menggencarkan vaksinasi semaksimal mungkin sebelum musim libur tiba," lanjut Kabinda Sondi Siswanto.
Sondi menjelaskan, awal pekan ini jajarannya lanjut menggelar vaksinasi di sembilan wilayah yaitu Pekalongan, Semarang, Banjarnegara, Boyolali, Demak, Kendal, Temanggung, Pemalang dan Pekalongan.
"Vaksinasi kali ini kita laksanakan di beberapa wilayah di Jawa Tengah dengan peserta yakni masyarakat umum, lansia hingga anak usia 6-11 Tahun. Kita berharap adanya program ini dapat menghalau lonjakan kasus usai libur Lebaran nanti," paparnya.
Jenderal bintang satu ini mengatakan, tercapainya cakupan target perlu diselaraskan dengan kesadaran masyarakat soal pentingnya vaksinasi bagi kesehatan tubuh. Dengan vaksinasi, kekebalan kelompok di masyarakat dapat melindungi orang yang rentan terkena Covid-19.
"Kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder baik unsur aparat, dinasvkesehatan serta masyarakat dalam percepatan vaksinasi akan mempercepat terbentuknya kekebalan komunal di wilayah Jawa Tengah," imbuhnya. (OL-13)
Baca Juga: Pertamina Siagakan 87 Layanan Motoris di Jalur Mudik Jateng -DIY
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadirkan langsung pimpinan KPK untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para kepala daerah dan DPRD di wilayahnya.
Akan tetapi, katanya, mulai Kamis ini, kondisi atmosfer menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan yang berpotensi memicu hujan di wilayah Cilacap dan sekitarnya.
SEJUMLAH pemudik Lebaran 2026 yang pulang ke Jawa Tengah (Jateng) mengaku merasakan hasil geliat pembangunan yang ada di provinsi ini.
KAPOLDA Jawa Tengah (Jateng), Ribut Hari Wibowo, memastikan situasi keamanan dan ketertiban selama libur Lebaran 2026 di wilayahnya hingga saat ini terpantau aman dan kondusif.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved