Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN nelayan di Kabupaten Subang tidak berani melaut karena cuaca buruk di Pantai Utara (pantura) Jawa Barat. Mereka memilih memanfaatkan waktu luang memperbaiki jaring alat tangkap ikan.
Pantauan di kampung nelayan di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Subang, Jawa Barat, terlihat ratusan kapal ikan milik nelayan hanya bersandar dan ditinggalkan para pemiliknya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Cianjur Bertambah 195 dalam Sepekan
Jejen, nelayan di Desa Mayangan, mengaku hanya bisa pasrah kehilangan penghasilan akibat cuaca buruk. "Sudah lima hari tidak bisa melaut, karena angin barat," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (8/2/2022).
Jejen mengatakan kondisi cuaca buruk, angin kencang serta hujan disertai petir membuat nelayan tak berani mengambil resiko untuk pergi kelaut. "Demi keselamatan jiwa makanya enggak berani melaut," katanya.
Ia menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa harus menghutang agar bisa menyambung hidupnya.
"Terpaksa berhutang untuk bertahan hidup," jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Makassar Kembali Positif Covid-19
Kondisi cuaca buruk akibat musim barat telah berlangsung selama sepekan dan berpotensi mengganggu pasokan ikan dari nelayan. (Mhd/A-3)
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat melintasi banjir yang masih merendam Jalan Kaligawe Raya di ruas Jalur Pantura Semarang-Demak.
Sejak pagi petugas gabungan terdiri dari kepolisian dan dinas perhubungan telah melakuhan penjagaan di depan exit tol di Kabupaten Kendal dan Pemalang.
Sebagian besar kendaraan roda dua memilih melintasi tanggul sungai untuk menghindari banjir rob dan mogok, sedangkan kendaraan berukuran kecil melintas di jalur alternatif.
BMKG meminta warga di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan dan Pemalang untuk kembali siaga banjir rob.
Di Kabupaten Demak banjir rob tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga di puluhan desa di empat kecamatan, tetapi juga merendam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung.
Kepadatan kendaraan di antaranya terlihat mulai perempatan Kanggraksan hingga perempatan Jalan Pemuda Kota Cirebon sepanjang lebih kurang 3 kilometer
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved