Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELANTIKAN 7 pejabat eselon dua di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (5/1) petang diwarnai aksi protes seorang aparatur Sipil Negara (ASN) yang gagal menduduki jabatan Kepala Dinas.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata Stanis Kebesa Langoday, salah satu peserta Lelang Jabatan Kadis ini terang-terangan mengeluarkan ancaman akan melawan Bupati Thomas Ola Langoday, setelah dirinya tidak ikut dilantik menjadi Kepala Dinas.
Protes bernada mengancam itu dilayangkan Stanis Kebesa Langoday di WAG Forum Komunikasi AKU Lembata. Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dan Sekda Paskalis Tapobali juga ada di grup WA tersebut.
Baca juga: Asetku dan Runcing Foundation Salurkan Beasiswa di NTB, NTT, dan Papua
"Saya siap pensiun dini di Maret 2022 dan saya lawan Thomas Ola," demikian voice note mirip suara Stanis Kebesa Langoday.
Saking emosionalnya, ASN lulusan S2 tersebut bahkan salah menyebut diksi "menjilat ludah" dalam voice note yang dilancarkannya.
"Ingat, lawan lawan orang lain dari sisi politik, dari sisi Birokrasi saya orang LAN, Master Aparatur, sebut Merit System' jelas, jangan jilat lidah, paham itu" imbuhnya.
Stanis Kebesa Langoday, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata, salah seorang peserta Seleksi Kepala Dinas lelang jabatan, nekat memarahi Bupati dan Sekretaris Daerah, karena gagal jadi Kepala Dinas.
"Jangan gara-gara Bapa Sekda, masa lelang di tempat lain, menang di tempat lain, Hahae," demikian voice note yang beredar luas itu.
ASN ini kemudian meminta Sekda dan Bupati untuk menunjukan skoring yang membuat dirinya gagal jadi Kepala Dinas. Tidak hanya itu, ia bahkan mendesak Bupati dan Sekda menurunkannya menjadi staf biasa.
"Saya minta Pak Sekda dan Bupati tolong kasi keluar saya punya nilai. Supaya saya kalah juga kalah terhormatlah. Pak Sekda Paskalis Tapobali dan Bupati Thomas Ola, saya hanya butuh nilainya, Stanis Kebesa saat lelang kemarin, nilainya paling rendah atau bagaimana. Kalau saya nilai terendah untuk apa juga saya protes.Tapi tidak enaklah, masa orang datang, saya ini senior lalu saya sekretaris Dinas, eh, segera kasi keluar saya, saya ingatkan pa Sekda dan Pa Bupati segera kasi keluar saya jadi staf atau dimana saja, jangan kasi saya di tempat yang tidak terlalu buat saya...dukung kamu untuk apa," lanjut voice note Stanis Kebesa Langoday itu.
"Pak Sekda, Pa Sekda tolong naikan nilai. Pa Bupati Thomas Ola tolong naikan nilai. Kira kira Kominfo itu siapa yang menang. Persoalan menang atau kalah bukan soal, masa Bapa Bupati omong kompetensi, merit, merit inikan Stanis Kebesa nomor urut dua. Saya ini pegawai lebih dulu dari orang lain. Lalu merit nya ada dimana beliau berdua, aduuu kasian e, tolong e, kasi saya nilai, saya kalah saya siap,"
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Lembata itu bahkan nekat memaki maki Bupati dan Sekda Karena dinilainya tidak transparan.
Bahkan, Sekretaris Dinas Kominfo, Stanis Kebesa Langoday menantang Bupati dan Sekda segera memberhentikannya dari jabatannya sebagai Sekretaris Dinas.
Ia bahkan menantang Bupati dan Sekda untuk memecat jika dirinya dianggap bersalah karena protes di WAG tersebut dilancarkan.
Voice note yang akhirnya beredar luas itu, diterima Media Indonesia, Rabu (5/1/2022) usai acara pelantikan 7 pejabat eselon II di aula kantor Bupati Lembata.
Padahal, menurut Stanis Kebesa, dirinya ASN senior, lulusan LAN dan Master Aparatur. Mengapa dirinya tidak lolos seleksi Kepala Dinas.
Bupati Lembata Thomas Ola Langoday kepada media ini menegaskan, proses seleksi jabatan Kepala Dinas atau eselon II sudah berjalan sesuai regulasi.
Bupati Langoday mengaku hanya bisa mendoakan ASN dan peserta lelang jabatan yang telah mengancamnya itu.
"Ampunilah dia karena dia tidak tahu apa yang dia omong. Salam SUCCESS," ujar Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.
Bupati menyayangkan sikap keras kepala yang ditunjukan anak buahnya itu.
"Kalau paham regulasi bisa kendalikan diri" ungkap Bupati Langoday.
Dikatakan, dirinya tidak akan membalas dendam. Bagi yang melawan regulasi, regulasi pula yang akan menghukumnya.
"Tidak perlu membalas dendam. Kalau melawan regulasi maka nanti regulasi yang menghukumnya," ujar Bupati Langoday.
Sementara Sekda Lembata Paskal Tapobali mengatakan tindakan yang dilakukan Stanis Kebesa Langoday merupakan tindakan indisipliner ASN.
"Terlalu yakin dan ambisius jadi begitu sudah, Macam orang kehilangan akal," ujar Sekda Tapobali.
Ia berjanji akan segera memanggil ASN tersebut sebagaimana perintah peraturan perundang undangan yang berlaku tentang tindakan indisipliner. (OL-1)
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
KPK menanggapi peluang pengembalian 57 mantan pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) 2021 setelah Komisi Informasi Pusat memerintahkan BKN membuka hasil tes.
TERNYATA fenomena honorer tidak hanya terdapat di lingkungan guru di persekolahan, di lingkungan perguruan tinggi pun telah lazim terjadi.
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan,
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved