Selasa 07 Desember 2021, 22:41 WIB

WNA Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Benny Bastiandy | Nusantara
WNA Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Di Cianjur Terancam Hukuman Mati

DOK MI
Ilustrasi

 

AL, 49, WN Arab Saudi yang menjadi tersangka penyiraman air keras hingga mengakibatkan istrinya, Sarah, 21, meninggal dunia, terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup. Peristiwa sadis yang dialami korban dipicu sakit hati tersangka karena selama menikah merasa tak diperlakukan sebagai suami.

"Tersangka dijerat primair Pasal 340 KUHPidana, subsidair Pasal 338 KUHPidana, lebih subsidair Pasal 354 ayat 2 KUHPidana. Ancamannya pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun," terang Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Doni Hermawan, usai saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Cianjur, Selasa (7/12).

Tersangka menikahi Sarah secara agama pada 7 Okotober 2021. Selama ini mereka tinggal di rumah orang tua korban di Kampung Munjul RT 02/07, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur. Namun, selama mengarungi bahtera rumah tangga yang baru seumur jagung, mereka tidak harmonis.

"Tersangka mengaku tidak diperlakukan layaknya seorang suami. Pengakuannya, ibu korban juga dianggap hanya menginginkan materi tersangka," jelas Doni.

Dipicu kondisi itu, tersangka menyimpan rasa sakit hati. Pada Sabtu (20/11) sekitar pukul 01.00 WIB, terjadi aksi penganiayaan. Saat itu ibu dan adik korban sedang tidak ada di rumah.

Tetangga korban sempat mendengar suara keributan dari rumah orang tua korban. Saat itu terdengar suara benturan pintu dan rintihan minta tolong hingga raungan sepeda motor.

"Tetangga yang juga saksi, kemudian ke luar dari rumahnya menuju sumber suara. Di teras depan rumah orang tua korban, saksi melihat korban dengan kondisi memprihatinkan," ujar Doni.

Saat itu kondisi wajah dan tubuh korban mengalami luka bakar diduga akibat disiram air keras. Saksi segera melaporkan ke ketua RT setempat yang ditindaklanjuti laporan ke Polsek Cianjur. "Hasil penyelidikan, diperoleh keterangan telah terjadi keributan hingga mengakibatkan penganiayaan tersangka terhadap korban," tuturnya.

Diketahui tersangka berusaha kabur ke negaranya. Namun polisi bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Dilakukan penangkapan terhadap tersangka saat hendak membeli tiket pesawat dengan tujuan ke Timur Tengah.

"Korban meninggal dunia pada Sabtu (20/11) sekitar pukul 21.00 WIB di RSUD Sayang Cianjur. Luka bakar korban dikategorikan sangat parah," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

ANTARA/HO/Novi A

Pascakecelakaan Truk di Balikpapan, Kemenhub Batasi Operasional Kendaraan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:28 WIB
Langkah itu sebagai mitigasi dalam menyikapi kejadian kecelakaan beruntun truk kontainer di Balikpapan, Jumat...
dok.Ant

Kasus Positif Covid di Jabar Naik Tajam jadi 3.454 Orang Dalam 12 hari

👤Naviandri 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:05 WIB
JUMLAH kasus aktif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar) bertambah drastis, hampir mencapai lima kali lipat dalam 12 hari...
MI/Alexander PT

PAW di DPRD Lembata, Sebastianus Muri Gantikan Gabriel Raring

👤Alexander P. Taum 🕔Senin 24 Januari 2022, 11:50 WIB
SEBASTIANUS Muri, pemilik suara terbanyak Kedua dalam Pemilihan legislatif tahun 2019 lalu, dari Partai PDIP dapil II, dilantik menjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya