Selasa 23 November 2021, 16:43 WIB

Tuntutan 1 Tahun Ditarik, Jaksa Minta Valencya Dibebaskan

Tri Subarkah | Nusantara
Tuntutan 1 Tahun Ditarik, Jaksa Minta Valencya Dibebaskan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ilustrasi: Dewi Keadilan pada Pameran Hukum di Jakarta

 

JAKSA penuntut umum (JPU) pada Direktorat Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung akhirnya menarik tuntutan 1 tahun penjara terhadap Valencya alias Negsy Lim yang dibacakan sebelumnya pada Kamis (11/11). Jaksa meminta majelis hakim untuk membebaskan Valencya dari segala tuntutan.

"Maka tuntutan (1 tahun penjara) tersebut dinyatakan tidak berlaku dan selanjutnya jaksa penuntut umum juga memperbaiki tuntutan sebelumnya," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Pengadilan Negeri Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/11).

"Dengan menyatakan bahwa terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga," sambungnya.

Penarikan tuntutan 1 tahun itu dibacakan dalam agenda sidang pembacaan replik atas pembelaan atau pledoi yang telah disampaikan penasihat hukum maupun terdakwa Valencya dalam sidang sebelumnya.

Baca juga: Seorang Tersangka Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir Menyerahkan Diri

Atas atensi Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, perkara istri omeli suami karena pulang dalam keadaan mabuk itu kini telah dikendalikan langsung oleh Kejagung melalui JAM-Pidum. Leonard menyebut JAM-Pidum Fadil Zumhana telah menunjuk tiga jaksa senior sebagai jaksa P-16A. Tim JPU yang baru telah meneliti ulang proses persidangan, baik pemeriksaan saksi, terdakwa, maupun barang bukti.

"Pertimbangan ini merupakan bentuk wujud rasa keadilan yang dinilai Bapak Jaksa Agung pantas dan harus diterapkan terhadap terdakwa," kata Leonard.

Ia menyebut Jaksa Agung memerintahkan seluruh jaksa yang menangani perkara untuk bersikap profesional dan mengedepankan hati nurani. Tim JPU sebelumnya yang terdiri dari Kejari Karawang dan Kejati Jawa Barat menyatakan Valenya telah terbukti melakukan pidana sebagaiamana Pasal 45 Ayat 1 jo Pasal 5 huruf b UU No. 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

JAM-Pidum telah melakukan eksaminasi khusus terhadap tuntutan 1 tahun penjara sebelumnya. Diketahui, hasil eksaminasi itu menyatakan bahwa sejak proses prapenuntutan sampai penuntutan, Kejari Karawang dan Kejati Jawa Barat tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan.

Diketahui, Valencya diseret ke meja hijau atas dakwaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) psikis.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA

BPBD Cianjur Waspadai Pohon Tumbang, Puting Beliung, dan Gelombang Tinggi

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 28 November 2021, 21:50 WIB
ANGIN kencang menerjang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akhir-akhir ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun...
DOK PTAR

PT Agincourt Resources Sebar Ribuan Pohon Pada Peringatan HMPI 2021

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 28 November 2021, 21:35 WIB
PERINGATAN Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh setiap tanggal 28 November diisi PT Agincourt Resources (PTAR) dengan kegiatan...
ANTARA

Pasien Covid-19 Di Bengkulu Terus Berkurang

👤Marliansyah 🕔Minggu 28 November 2021, 21:05 WIB
Hingga saat ini, di Bengkulu tersisa empat pasien yang masih menjalani perawatan setelah 25 orang pasien dinyatakan sembuh pada Minggu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya