Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin yang terjadi, Selasa (9/11) mengakibatkan bencana hidrometeorologi berbagai wilayah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/11). Hasil rekapitulasi berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat hingga pukul 20.02 WIB, bencana terjadi 42 titik tersebar di 7 kecamatan.
Berdasarkan data, dari 42 titik lokasi bencana, sebanyak 34 titik terjadi banjir. Sisanya, tanah longsor 6 titik, pohon tumbang 1 lokasi, dan kebakaran 1 lokasi.
"Hari ini (Selasa) terjadi lagi bencana banjir dan tanah longsor tersebar di 7 kecamatan di Kota Sukabumi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, kepada wartawan Mako BPBD Kota Sukabumi.
Dari berbagai kejadian bencana itu dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun terdapat dua orang warga terluka setelah tergerus tanah longsor.
"Kedua warga Jalan Merbabu Kelurahan Gunungpuyuh itu bisa diselamatkan. Saat ini keduanya sudah dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 17.30 WIB," sebut Imran.
Laporan sementara, terdapat 140 unit rumah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor. Lokasi cukup parah berada di sekitar bantaran Sungai Cipelang.
"Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi juga sempat terendam banjir akibat meluapnya drainase. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter," ucap Imran.
Arus kendaraan yang melintas di ruas Jalan Lingkar Selatan sempat terhambat. Namun pada pukul 17.00 WIB air sudah mulai surut.
"Operasional armada bus juga tersendat. Kemudian permukiman di sekitar kawasan terminal juga terdampak banjir seperti di Balandongan, Sudajaya Hilir, serta di Santasea," tuturnya.
Imran menuturkan ruas Jalan Lingkar Selatan kewenangannya ada di tingkat provinsi. Sehingga dibutuhkan koordinasi untuk mencari solusi agar kejadian serupa tak terulang.
"Drainasenya berada di ruas jalan provinsi. Untuk perbaikan memang dibutuhkan dengan cara memperbesar drainase," pungkasnya.
Sebagian personel BPBD masih standby di lokasi sambil melakukan penanganan. Pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan karena dikhawatirkan terjadi lagi hujan deras. (OL-15)
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
ARUS lalu lintas di ruas tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali kembali normal setelah arus mudik balik lebaran 2026
HARGA daging di Sukabumi hari ini 25 Maret 2026 masih cukup tinggi setelah idulfitri 1447 Hijriah. Harga daging rata-rata masih berkisar Rp150 ribu per kilogram
ARUS balik lebaran 2026 atau H+3 di jalur arteri lingkar gentong atas menuju Bandung mengalami peningkatan dan kemacetan panjang mencapai 8 kilometer, di jalur Ciawi, Jawa Barat
ARUS lalu lintas di sejumlah lokasi di Jawa Barat dalam kondisi ramai tapi lancar, pada Selasa (24/3) dari pagi hingga siang hari.
ANGGOTA Polairud berhasil selamatkan 4 orang wisatawan berasal dari Kabupaten Bandung Barat setelah terseret arus ombak saat berenang di Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
HARI kedua atau H+2 Lebaran 2026 terjadi peningkatan arus kendaraan yang melawati exit Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved