Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Buleleng, Bali mendukung penuh Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Dukungan penuh diberikan Pemkab Buleleng dengan tujuan menurunkan angka stunting, yang saat ini terjadi di Kabupaten Buleleng," kata Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (3/11).
Ia mengaku sudah bertemu dan berkoordinasi dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Luh Gede Sukardiasih agar penurunan angka stunting di Buleleng lebih digencarkan.
Baca juga: Pasien Covid-19 di Yogyakarta Bertambah 29 Orang
Program Bangga Kencana ini, kata Wabup Sutjidra, diawali dengan pendataan keluarga agar Pemkab Buleleng mengetahui secara jelas sasaran yang harus diintervensi dengan program dan kegiatan-kegiatan yang produktif bagi generasi muda.
Sejauh ini, sudah ada beberapa program Bangga Kencana yang dilakukan Pemkab Buleleng, salah satunya pendirian kampung-kampung Keluarga Berkualitas (KB) di wilayah Kabupaten Buleleng.
"Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu adalah kampung KB. Kampung KB di Kabupaten Buleleng sudah ada 22 kampung KB, itulah yang menjadi percontohan Bangga Kencana," ujarnya.
Selain itu, dirinya menyebutkan program lain yang sudah berjalan di Kabupaten Buleleng dalam rangka mendukung program Bangga Kencana adalah pengendalian laju pertumbuhan jumlah penduduk.
"Pelaksanaan Program Bangga Kencana khususnya berkaitan dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk sudah berjalan bahkan sudah terkendali," kata Wabup Sutjidra
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, saat dikonfirmasi, membenarkan telah bertemu Pemkab Buleleng untuk program penurunan stunting.
Ia menjelaskan Program Bangga Kencana 2021 fokus untuk menurunkan angka stunting. Hal itu karena stunting berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.
"Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67% pada 2019," imbuhnya
Untuk memenuhi target stunting 14%, dirinya sudah melakukan penjaringan untuk Tim pendamping keluarga (TPK) akan dipenuhi sesuai target sebanyak 610 yang terdiri dari bidan, TP PKK desa, dan kader KB.
"Kita akan lakukan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting yang wilayah sasarannya di 148 desa," ucap Sukardiasih
Tim pendampingan ini dilakukan guna Provinsi Bali, Khususnya Pemkab Buleleng, pada 2024 bebas stunting. Ini merupakan komitmen pemerintah pusat sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.
"Awal Agustus 2021, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting," pungkas Sukardiasih. (OL-1)
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Larangan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk agen travel, komunitas pencinta alam, hingga pendaki mandiri
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Untuk memudahkan pengurusan, Imigrasi Bali juga membuka pelayanan pengajuan ITKT di seluruh kantor imigrasi di Bali tanpa dibatasi domisili.
KEMENTERIA Agama (Kemenag) menegaskan bahwa panduan pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi hanya berlaku di Provinsi Bali.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved