Selasa 19 Oktober 2021, 07:14 WIB

Psikis Korban Dugaan Tindak Asusila Kapolsek Parigi Moutong Terguncang

Basuki Eka Purnama | Nusantara
Psikis Korban Dugaan Tindak Asusila Kapolsek Parigi Moutong Terguncang

Dok MI
Ilustrasi

 

KUASA hukum remaja perempuan korban dugaan asusila kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Andi Akbar Panguriseng, mengungkapkan kondisi psikis korban berinisial S itu terguncang dan tertekan pascaperistiwa memilukan yang ia alami.

Bukan hanya S, mental dan jiwa ibu kandungannya pun juga mengalami guncangan hebat karena tidak menyangka perbuatan asusila tersebut dialami anak perempuannya.

"Psikis keluarga korban sangat terguncang. Ibunya menangis terus sampai pingsan akibat peristiwa yang dialami anak perempuannya. Korban juga lebih sering diam," katanya usai mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kota Palu, Senin (18/10) malam.

Baca juga: Lakukan Tindakan Asusila, Kapolsek Parigi Terancam Hukuman Pidana

Oleh sebab itu, ia meminta Polda Sulteng mengusut tuntas dan seadil-adilnya atas peristiwa tersebut apalagi kapolsek berinisial IDGN itu tidak menyangkal dirinya mengirimkan pesan kepada korban untuk berbuat asusila dengan janji akan membebaskan ayah korban yang saat ini mendekam di penjara di Parimo.

"Harapan kami, oknum kapolsek tersebut tidak hanya dipecat tapi juga dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya berbuat asusila kepada remaja perempuan yang merupakan anak seorang tersangka yang ditahan di Parimo,"ujarnya.

Andi Akbar menegaskan korban dan pihak keluarga korban tidak akan menempuh jalan damai atas kasus tersebut. Mereka ingin kasus itu menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang dan tidak ada lagi remaja perempuan yang mengalami hal serupa.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulteng Kombes Pol Didik Suparnoto menerangkan, saat ini, pemeriksaan di Propam Polda Sulteng masih terus berjalan dan telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari pihak keluarga korban, korban, hingga pengelola hotel tempat keduanya berbuat asusila.

"Barang bukti yang kami temukan untuk saat ini yakni percakapan keduanya melalui WhatsApp. Kami juga telah mengarahkan kasus ini ke tindak pidana umum agar diproses," ujarnya.

Perwira polisi berpangkat Iptu tersebut, kata Didik, juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek. Saat ini, ia bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulteng.

IDGN diduga berbuat asusila kepada seorang remaja perempuan dengan janji akan membebaskan ayahnya yang mendekam di balik jeruji besi jika permintaan tersebut dituruti. Hingga perbuatan tersebut dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah remaja perempuan itu. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Pemkot Bandung Genjot Vaksinasi Bagi Lansia

👤Naviandri 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:13 WIB
Vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Kota Bandung, Jawa Barat baru mencapai 77,03...
MI/Abdillah M Marzuki

Bangun Sumur Resapan, Pemprov Jabar Gandeng Danone-Aqua

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:01 WIB
Ridwan Kamil mengatakan, jika sumur resapan jadj budaya di Jabar, akan menjadi solusi menghadapi potensi...
AFP

Ribuan Vaksin Covid-19 Di Bengkulu Kedaluwarsa

👤Marliansyah 🕔Rabu 01 Desember 2021, 19:52 WIB
SEBANYAK 2.824 dosis vaksin covid-19 di gudang penyimpanan vaksin dan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya