Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan vaksinasi ke pelosok desa di 13 kabupaten/kota, yang disebut program Vaksinasi Bergerak. Selain memantau langsung kegiatan vaksinasi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor juga membagikan ribuan paket sembako kepada penerima vaksin.
Program Vaksinasi Bergerak ke desa dibarengi kegiatan turdes (turun ke desa) menggunakan sepeda motor trail dipimpin Gubernur Kalsel bersama SKPD dan Forkopimda Kalsel, dimulai Rabu (6/10). Adapun rute kegiatan pemantauan vaksinasi bergerak meliputi SMA Don Bosco Banjarmasin - Majelis Ta'lim Habib Ali, Kabupaaten Banjar- Ponpes Ubudiyah Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
Gubernur Kalsel dan rombongan, kemarin juga menghadiri wisuda Poltek Tanah Laut kemudian ke SMAN 1 Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu. Di sini gubernur menyalurkan bantuan keagamaan dan perguruan tinggi sebesar Rp2,9 miliar.
Kamis (7/10), rombongan turdes tiba di Lontar, Kabupaten Kotabaru. Hari berikutnya, setelah dari Kabupaten Kotabaru, SMA yang akan dipantau kegiatan vaksinasinya berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, dan berakhir di wilayah Kota Banjarbaru.
"Vaksinasi bergerak adalah salah satu upaya kita dalam memberantas pandemi covid 19 di seluruh wilayah Kalsel," tutur Sahbirin.
Dirinya juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak TNI-Polri dan swasta dalam penanganan covid 19 di Kalsel.
Di sela-sela kegiatan turdes ini, gubernur juga membagikan sedikitnya 2.300 paket sembako kepada para penerima program vaksinasi bergerak.
Juru Bicara Satgas Covid 19 Kalsel, Muslim mengatakan Pemprov Kalsel terus menggalakkan program vaksinasi dalam upaya mengatasi pandemi covid 19 di wilayah tersebut. Hingga kini sudah 430.216 orang dari 4,2 juta orang total penduduk Kalsel menjalani vaksinasi covid 19.
"Capaian vaksinasi di Kalsel telah mencapai kisaran 24,79% untuk dosis pertama dan 14,14% dosis kedua, dengan jumlah warga yang melaksanakan vaksinasi sebanyak 430.216 orang," ujarnya. Gerakan Vaksinasi gencar dilaksanakan untuk kalangan pelajar dan tenaga didik, warga perkebunan, pertanian dan desa-desa produktif di Kalsel. (OL-13)
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 10 Orang, 12 Sembuh dan 1 Wafat
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved