Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur melaporkan 77,87 persen warganya telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis pertama, Jumat (1/10).
Total warga yang disuntik vaksin dosis pertama mencapai 259.800 orang dari target 333.628 rorang. Sedangan vaksinasi dosis kedua 44,70 persen atau 149.156 orang.
Dengan pencapaian tersebut, Pemerintah Kota Kupang memastikan sebagain besar warganya terlindungi dari pandemi covid-19. "Minggu depan kita sudah mencapai 80 persen," harap Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man.
Menurutnya, pencapaian itu didorong oleh animo masyarakat yang cukup tinggi untuk divaksin covid-19 termasuk guru dan pegawai di sekolah. "Orang tua dan guru sangat mendukung agar anaknya terlindungi sehingga proses belajar mengajar tatap muka yang masih dalam tahap uji coba dapat dilanjutkan," ujarnya.
Pencapaian itu juga merupakan kerja keras dari berbagai pihak seperti Polri, TNI, instansi pemerintah, perbankan, dan partai politik, serta kesediaan warga untuk melindungi diri mereka dan keluarga dari pandemi covid-19. "Oktober ini tugas saya adalah vaksinasi dosis kedua mencapai 70 persen dan dosis pertama mencapai 80 persen," kata Hermanus Man.
Dia menambahkan, salah satu faktor yang membuat Kota Kupang masih PPKM Level 3 karena masih ada kerumuman warga di acara pesta keluarga tanpa mengikuti pertokol kesehatan secara ketat. Adapun PPKM Level 3 di Kota Kupang akan berakhri pada 4 Oktober 2021. "Andaikata dalam minggu ini PPKM level 3 belum turun, minggu depan kita keluarkan lagi edaran penghentian pesta," tambahnya.
Sementara itu, kasus harian covid-19 di Kota Kupang terus menurun, tercatat tambahan 8 kasus baru pada Kamis (30/9) dan pasien sembuh sebanyak 7 orang.
Kasus aktif covid-19 berjumlah 128 orang tersebar di 35 kelurahan, dan 16 kelurahan di antaranya sudah turun status menjadi zona hijau. Meskipun kasus harian terus berkurang, pemerintah terus mengimbau warga konsistenmengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (OL-13)
Baca Juga: Pasien Covid-19 Sembuh di DIY 190, Positif Bertambah 67 Orang
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved