Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGIN kencang berkecepatan 50 kilometer per jam menerjang 12 kabupaten di Pulau Sumba, Timor, Rote dan Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (9/9).
"Fenomena angin kencang melanda wilayah NTT tersebut, sering terjadi pada setiap periode musim kemarau yang biasanya kita kenal dengan angin monsun timur dan setiap tahun selalu kita alami terutama di wilayah NTT bagian selatan," kata Prakirawan Cuaca, Stasiun eteorologi Kupang Natalia Ernesta Bajo.
Menurutnya, angin kencang ini dipicu perbedaan tekanan di belahan bumi utara dan juga belahan bumi selatan. Perbedaan tekanan inilah yang menyebabkan terjadinya agin kencang untuk wilayah selatan NTT. BMKG memperkirakan kecepatan angin akan mulai menurun pada 10 September 2021 malam tetapi akan berpotensi terjadi lagi pada 12 September 2021.
"Kami mengimbau agar masyarakat waspada Karena angin kencang ini dapat berpotensi merobohkan baliho atau papan reklame, mematahkan ranting pohon, bahkan dapat membuat meluasnya kebakaran, entah itu kebakaran hutan, lahan atau dari kegiatan membakar sampah yang dapat meluas jika sumber api tidak dipadamkan dengan baik dan benar," kata Natalia Ernesta Bajo.
Untuk potensi hujan yang terjadi pada periode musim kemarau tambahnya, diakibatkan adanya fenomena cuaca atmosfer berupa Madden Julian Oscillation (MJO) MJO, tekanan rendah dan gelombang Rosbby yang sedang aktif di wilayah NTT.
Hal ini menyebabkan banyak sekali terjadi penguapan dan pertumbuhan awan yang menyebabkan beberapa wilayah di NTT mengalami hujan, kondisi seperti ini akan berlangsung 2-4 hari kedepan
Baca juga :Tekan Penyebaran Covid, Operasi Yustisi Masih Digencarkan di Kebumen
Selain angin kencang, sejumlah wilayah di NTT juga turun hujan dengan intensitas sedang disertai petir dan angin kencang yakni Alor, Malaka, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Lembata, Kupang, Flores Timur, Rote Ndao dan Kota Kupang.
Sedangkan kabupaten yang berpotensi turun hujan intensitas sedang hingga lebat yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan sebagian wilayah Alor dan Sumba.
BMKG Stasiun El Tari Kupang telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai dampak buruk yang disebabkan hujan dan angin kencang, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Saat ini secara umum wilayah NTT masih berada pada periode musim kemarau, waspada potensi angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Stasiun El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang di perairan yang terjadi mulai 10-12 September 2021 berkisar antara 1,25-2,5 meter antara lain di perairan utara Flores, Selat Sumba bagian timur, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantara, Selat Ombai, hingga perairan utara Kupang-Rote.
Sedangkan tinggi gelombang 1,5-4 meter melanda Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan selatan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote. Namun, belum ada laporan penutupan sementara pelayaran. Adapun aktivitas penerbangan masih berjalan normal. (OL-2)
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved