Rabu 08 September 2021, 12:40 WIB

Diduga Caplok Hutan Sejak 1995 Perusahaan Sawit PT LSI Ditutup Polisi

Denny Susanto Ainan | Nusantara
Diduga Caplok Hutan Sejak 1995 Perusahaan Sawit PT LSI Ditutup Polisi

MI/Panca Syurkani
Ilustrasi: pekerja melintas di perkebunan sawit di Kalimantan.

 

DIREKTORAT Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalimantan Selatan menutup perkebunan dan pabrik kelapa sawit milik PT Ladangrumpun Suburabadi (LSI),
Minamas Grup di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu karena dinilai mencaplok kawasan hutan sejak 1995.

PT LSI berada di Desa Bayan Sari, terbukti menduduki kawasan hutan secara ilegal. "Kasus PT LSI ini ditangani Ditkrimsus Polda Kalsel. Sebelumnya telah dilakukan serangkaian penyidikan terhadap perusahaan ini," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Muhammad Rifai, Rabu (8/9).

Selain menutup operasional perusahaan, Polda Kalsel juga menyita sejumlah objek berupa kantor dan perkebunan kelapa sawit seluas 2.380 hektare, sejumlah alat berat dan armada operasional perusahaan.

kasubdit IV Tipiter Dirkrimsus Polda Kalsel, Ajun Komisaris Tri Hambodo mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan, yakni menduduki kawasan hutan tanpa memiliki dokumen atau izin.

Pencaplokan kawasan hutan ini sudah berlangsung sejak 1995. Perusahaan diduga melakukan aktivitas di kawasan hutan tanpa izin, dan melanggar UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sementara, perwakilan Gapki Kalsel, Totok Dewanto mengatakan PT LSI memiliki perizinan yang lengkap, baik mulai izin lokasi, HGU, IUP, AMDAL, maupun perizinan lainnya. "Info yang kami terima bahwa penyitaan dilakukan pada sebagian kebun dan pabrik PT LSI karena masuk kawasan hutan. Padahal status kawasan hutan itu baru belakangan muncul dengan diterbitkannya SK Menhut terhadap HTI PT Kirana Chatulistiwa," ungkapnya.

Sedangkan HGU dan IUP (Izin Usaha Perkebunan) adalah perizinan resmi oleh negara milik PT LSI untuk melakukan usaha perkebunan dan industrinya. "Makanya menurut saya aneh kalau baru sekarang ada penyitaan pabrik dan sebagian kebun PT LSI. Kami berharap segera ada penyelesaian terhadap kasus ini agar tidak merugikan banyak pihak," tegasnya.

Penghentian operasional pabrik dan kebun PT LSI bisa menyebabkan PHK serta petani plasma kesulitan mengirim TBSnya yang selama ini diolah pabrik PT LSI. (OL-13)

Baca Juga: PPKM Kota Sorong Turun Ke Level 2 Warga Diingatkan Disiplin Prokes

 

Baca Juga

dok.Ant

Inilah Daftar Sungai Terpanjang Di Indonesia

👤Abdullah Aziz Rajudin 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:00 WIB
INDONESIA merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sungai dengan berbagai ukuran baik besar atau...
MI/Alexander PT

Parade Kreativitas Disabilitas Warnai HDI di Lembata

👤Alexander P. Taum 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:50 WIB
GOYANG Dendereo, yang sedang viral saat ini mewarnai perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI), Jumat...
MI/Denny Susanto

Korban Banjir Kalimantan Selatan Dapat Bantuan

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:30 WIB
PT Antang Gunung Meratus (AGM) menyerahkan bantuan perbaikan jembatan yang rusak di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya