Kamis 05 Agustus 2021, 12:00 WIB

Dana Desa Batu Tiga Di Manggarai Barat Belum Cair, Operasional Tergangu

John Lewar | Nusantara
Dana Desa Batu Tiga Di Manggarai Barat Belum Cair, Operasional Tergangu

Antara
Ilustrasi

 

DESA Batu Tiga, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur hingga kini belum mendapat alokasi dana desa (ADD). Termasuk bantuan langsung tunai dari ADD untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19. Ada sekitar 215 KK di wilayah itu belum menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Padahal, di tahun-tahun sebelumnya menurut Basri, tokoh masyarakat Desa Batu Tiga, mereka menerima bantuan ADD. "Ada 215 kepala keluarga di wilayah itu dihimpit ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19," kata Basri, Kamis (5/8)

Selain itu, jelas Basri, dana desa yang belum dikucurkan untuk Desa Batu Tiga  juga berdampak pada sejumlah kepentingan pembayaran gaji dari aparatur sipil di desa itu.

Hingga sejauh ini Baik gaji perangkat desa maupun bantuan langsung tunai yang diperuntukan untuk 215 kepala keluarga sama sekali nyaris tidak ada
bantuan.

Menurut Basri, pemblokiran dana Alokasi Dana Desa (ADD) tersebut dilakukan oleh Camat Boleng Bonaventura Abu Nawas." Kami masyarakat setempat minta ada kejelasan pemerintah pusat hingga ke daerah Padahal di tahun-tahun sebelumnya dana DD itu dikucurkan," tegas Basri.

Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa, Kabupaten Manggarai Barat, Matius Ngambut dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyebutkan desa tersebut tersendat pasokan Dana Desa lantaran ada perubahan nomenklatur. Yakni terkait pemekaran dusun dusun yang ada di desa itu.

"Sejauh ini kita masih mengajukan LO ke pihak Kejaksaan meminta pertimbangan, agar dana tersebut bisa dikucurkan kepada masyarakat," ujar Matheus Ngambut.

Sementara itu di tempat terpisah anggota DPRD setempat, Blasius Janu Pandur mendesak pemerintah daerah hingga ke pusat agar segera mengucurkan dana yang menjadi alokasi untuk desa Batu Tiga.

Dia mendesak, jika ada pihak-pihak terkait yang melakukan penyelewengan atau memblokir dana tersebut, agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat atau penyidik setempat.

"Jangan main-main dengan uang rakyat apalagi di tengah situasi pandemi saat ini. Pemerintah daerah harus segera mengucurkan dana yang menjadi hak rakyat ini," tegas Blasius. (OL-13)

Baca Juga: 1.000 Mahasiswa di Banyumas Ikuti Vaksinasi Covid-19

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Ternak

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:38 WIB
PENGAWASAN lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul, DiY diperketat. Hal ini dilakukan untuka mencegah masuknya penyakit mulut dan...
dok.ist

Dinilai Layak, Relawan Kalsel Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:14 WIB
KEBERHASILAN Ganjar Pranowo membawa Jawa Tengah lebih baik membuat ratusan orang di Kalimantan Selatan mendukungnya untuk menjadi Presiden...
Dok. Pribadi

Methodius Kossay Luncurkan Yayasan Harapan Generasi Papua, Fokus Bangun Karakter Pemuda Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:11 WIB
"Fokus yayasan adalah membangun pribadi manusia terutama generasi Papua seutuhnya sebagai subjek perubahan melalui pengembangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya