Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAL tahun 2026 menjadi malam penuh kecemasan bagi sejumlah warga di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Angin kencang yang datang bersama hujan deras merenggut rasa aman, merobohkan atap rumah, dan memaksa tiga keluarga menghadapi kenyataan pahit: tempat berlindung mereka rusak berat akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa itu terjadi di dua kecamatan berbeda. Di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, rumah milik Yosep Baung porak-poranda setelah diterjang angin kencang pada Senin siang (12/1). Atap rumah beterbangan, menyisakan kerusakan serius dan rasa cemas di tengah cuaca yang masih ekstrem.
Nasib serupa dialami Agustinus Mbaut dan Yohanes B. Saleman, warga Dusun Bontang, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo. Angin kencang membuat atap rumah mereka ambruk, memaksa keluarga bertahan dalam kondisi darurat.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat. Tak sekadar melakukan peninjauan, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan dan memastikan kehadiran negara di tengah warga terdampak.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi hadir bersama Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, Kajari Manggarai Barat Yoanes Kardinto, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, Danlanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Ardian Widjanarko Djajasaputra, Danramil 1630-01/Komodo Kapten Inf Gede Budi Ardana, serta Danpos AU Labuan Bajo Letda Sus Aziz Nugroho.
Bantuan diserahkan secara bergantian kepada para korban. Setiap keluarga menerima 40 lembar seng, paku, beras 50 kilogram, makanan siap saji, makanan anak, terpal, selimut, perlengkapan dapur, kasur lipat, hingga family kit sebagai penopang awal untuk bangkit dari dampak bencana.
“Cuaca saat ini sangat tidak menentu. Warga harus selalu waspada terhadap angin kencang, longsor, dan potensi bencana lainnya,” ujar Bupati Edistasius Endi di sela penyerahan bantuan. Ia juga menginstruksikan pemerintah desa untuk menggerakkan gotong royong agar perbaikan rumah dapat segera dilakukan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati dr. Yulianus Weng menekankan pentingnya kewaspadaan di tingkat desa. Ia meminta aparat desa aktif memantau kondisi wilayah dan segera melaporkan jika terjadi bencana, sekecil apa pun dampaknya.
Di tengah puing atap dan dinding yang runtuh, bantuan tersebut membawa lebih dari sekadar material. Ia menjadi simbol kehadiran dan kepedulian, bahwa di saat angin merobohkan rumah warga, harapan tetap ditegakkan bersama.(H-2)
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved