Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tiga Rumah Warga Rusak Parah, Angin Kencang Terjang Manggarai Barat

Marianus Marselus
13/1/2026 19:34
Tiga Rumah Warga Rusak Parah, Angin Kencang Terjang Manggarai Barat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

AWAL tahun 2026 menjadi malam penuh kecemasan bagi sejumlah warga di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Angin kencang yang datang bersama hujan deras merenggut rasa aman, merobohkan atap rumah, dan memaksa tiga keluarga menghadapi kenyataan pahit: tempat berlindung mereka rusak berat akibat cuaca ekstrem.

Peristiwa itu terjadi di dua kecamatan berbeda. Di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, rumah milik Yosep Baung porak-poranda setelah diterjang angin kencang pada Senin siang (12/1). Atap rumah beterbangan, menyisakan kerusakan serius dan rasa cemas di tengah cuaca yang masih ekstrem. 

Nasib serupa dialami Agustinus Mbaut dan Yohanes B. Saleman, warga Dusun Bontang, Desa Watu Nggelek, Kecamatan Komodo. Angin kencang membuat atap rumah mereka ambruk, memaksa keluarga bertahan dalam kondisi darurat.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat. Tak sekadar melakukan peninjauan, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan dan memastikan kehadiran negara di tengah warga terdampak.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi hadir bersama Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, Kajari Manggarai Barat Yoanes Kardinto, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, Danlanal Labuan Bajo Letkol Laut (P) Ardian Widjanarko Djajasaputra, Danramil 1630-01/Komodo Kapten Inf Gede Budi Ardana, serta Danpos AU Labuan Bajo Letda Sus Aziz Nugroho.

Bantuan diserahkan secara bergantian kepada para korban. Setiap keluarga menerima 40 lembar seng, paku, beras 50 kilogram, makanan siap saji, makanan anak, terpal, selimut, perlengkapan dapur, kasur lipat, hingga family kit sebagai penopang awal untuk bangkit dari dampak bencana.

“Cuaca saat ini sangat tidak menentu. Warga harus selalu waspada terhadap angin kencang, longsor, dan potensi bencana lainnya,” ujar Bupati Edistasius Endi di sela penyerahan bantuan. Ia juga menginstruksikan pemerintah desa untuk menggerakkan gotong royong agar perbaikan rumah dapat segera dilakukan.

Senada dengan itu, Wakil Bupati dr. Yulianus Weng menekankan pentingnya kewaspadaan di tingkat desa. Ia meminta aparat desa aktif memantau kondisi wilayah dan segera melaporkan jika terjadi bencana, sekecil apa pun dampaknya.

Di tengah puing atap dan dinding yang runtuh, bantuan tersebut membawa lebih dari sekadar material. Ia menjadi simbol kehadiran dan kepedulian, bahwa di saat angin merobohkan rumah warga, harapan tetap ditegakkan bersama.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik