Rabu 04 Agustus 2021, 07:05 WIB

Petani Tomat di Bener Meriah Kecewa Harga Anjlok

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Petani Tomat di Bener Meriah Kecewa Harga Anjlok

MI/Bagus Suryo
Harga tomat di tingkat petani di Kabupaten Bener Meriah, Aceh anjlok, dari biasanya Rp3.000/kg turun menjadi Rp500/kg, Rabu (4/8)

 

PETANI tomat di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh, membiarkan begitu saja dan membuang hasil panen mereka. Pasalnya mereka kecewa dengan harga bahan sayur itu yang anlok pada titik terendah.

Sesuai informasi diperoleh Media Indonesia pada Selasa (3/8) misalnya, harga tomat kwalitas bagus yang biasanya Rp3.000 hingga Rp7.000 per kg, sekarang turun menjadi Rp1.000 hingga Rp500 per kg. Kondisi demikian sudah berlangsung sekitar tiga pekan terakhir.

Hal demikian diduga karena produksi tomat yang melimpah sekarang berhadapan dengan permintaan pasar berkurang. Lalu ditambah lagi dengan kondisi pandemi covid-19 yang semakin merajalela akhir-akhir ini.

"Sekarang panen melimpah. Sedangkan harga turun di luar kebiasaan. Tentu petani hilang semangat" kata Aman Muslim, petani di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Dikatakan Muslim, itu sebabnya banyak petani tomat di kawasan setempat yang membiarkan buah sayuran berwarna oranye itu dibiarkan begitu saja. Mereka seperti kurang bersemangat untuk memetik produksi panen kebunnya.

Lebih parah lagi sebagian pedagang penampung yang sudah terlanjur membeli hasil panen petani, karena tidak laku dijual terpaksa membuang buah sayur kandungan vitamin A,B dan C itu. Kalau tetap dipertahankan sibuah berkulit tipis yang berkalori, protein, lemak dan karbohidrat tersebut bisa membusuk dalam keranjang atau tempat simpanan pedagang.

"Sering dalam sehari saja bisa keluar sampai 90 hingga 100 ton tomat untuk kebutuhan pasar di luar Kabupaten Bener Meriah. Tapi sekarang bisa turun hanya 20 ton saja" kata Sabardi, ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah.

Mereka berharap pihak terkait atau pemerintah, bisa mensikapi kondisi yang sering melanda petani seperti ini. Selain serius mengontrol pasar, sangat tempat membangun bagian hilir dari hasil produksi pertanian seperti sayur dan lainnya. Apalagi sebagai daerah penghasil sayur, tentu menjadi motivator dan sangat membantu perekonomian masyarakat dataran tinggi gayo ini. (OL-13)

Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Tambolaka

 

Baca Juga

dok pribadi

Pihak Otorita Harap Masyarakat tidak Sekadar Jadi Penonton Pembangunan IKN

👤Henri Siagian 🕔Senin 04 Juli 2022, 16:23 WIB
Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof. Masjaya menyatakan, dengan melihat kemanfaatan IKN, tidak ada alasan untuk tidak mendukung...
Dok. Pemprov Jateng

Didukung Ganjar, Kontingen Esports Jawa Tengah Yakin Juara Fornas IV Palembang

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:39 WIB
Ganjar mengatakan, selain keseriusan pemerintah maupun pihak ketiga sebagai pengembang, dibutuhkan kaderisasi dari para atlet esports itu...
MI/Apul Iskandar

Warga Pematangsiantar Keberatan Penagihan PBB Kedaluwarsa

👤Apul Iskandar 🕔Senin 04 Juli 2022, 13:57 WIB
Padahal menurutnya perda tersebut mengatur PBB yang sudah lebih dari 5 tahun tidak dapat lagi ditagih karena sudah kedaluwarsa apalagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya