Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI tomat di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh, membiarkan begitu saja dan membuang hasil panen mereka. Pasalnya mereka kecewa dengan harga bahan sayur itu yang anlok pada titik terendah.
Sesuai informasi diperoleh Media Indonesia pada Selasa (3/8) misalnya, harga tomat kwalitas bagus yang biasanya Rp3.000 hingga Rp7.000 per kg, sekarang turun menjadi Rp1.000 hingga Rp500 per kg. Kondisi demikian sudah berlangsung sekitar tiga pekan terakhir.
Hal demikian diduga karena produksi tomat yang melimpah sekarang berhadapan dengan permintaan pasar berkurang. Lalu ditambah lagi dengan kondisi pandemi covid-19 yang semakin merajalela akhir-akhir ini.
"Sekarang panen melimpah. Sedangkan harga turun di luar kebiasaan. Tentu petani hilang semangat" kata Aman Muslim, petani di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Dikatakan Muslim, itu sebabnya banyak petani tomat di kawasan setempat yang membiarkan buah sayuran berwarna oranye itu dibiarkan begitu saja. Mereka seperti kurang bersemangat untuk memetik produksi panen kebunnya.
Lebih parah lagi sebagian pedagang penampung yang sudah terlanjur membeli hasil panen petani, karena tidak laku dijual terpaksa membuang buah sayur kandungan vitamin A,B dan C itu. Kalau tetap dipertahankan sibuah berkulit tipis yang berkalori, protein, lemak dan karbohidrat tersebut bisa membusuk dalam keranjang atau tempat simpanan pedagang.
"Sering dalam sehari saja bisa keluar sampai 90 hingga 100 ton tomat untuk kebutuhan pasar di luar Kabupaten Bener Meriah. Tapi sekarang bisa turun hanya 20 ton saja" kata Sabardi, ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah.
Mereka berharap pihak terkait atau pemerintah, bisa mensikapi kondisi yang sering melanda petani seperti ini. Selain serius mengontrol pasar, sangat tempat membangun bagian hilir dari hasil produksi pertanian seperti sayur dan lainnya. Apalagi sebagai daerah penghasil sayur, tentu menjadi motivator dan sangat membantu perekonomian masyarakat dataran tinggi gayo ini. (OL-13)
Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Tambolaka
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Tomat memiliki rasa segar sedikit asam-manis, warna umumnya merah, serta kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, vitamin K, kalium, serat, dan antioksidan likopen
Buah ini memiliki warna merah, oranye, atau kuning saat matang, serta kaya akan air, vitamin C, vitamin A, likopen, dan berbagai antioksidan.
Pasalnya harga buah bahan sayuran atau pelengkap bumbu masakan itu sejak dua pekan terjun bebas. Lalu di tengah musim panen besar selama ini sulit dijual ke pasaran.
Salah satu pengalaman paling berkesan Zafran adalah saat menanam tomat varietas Agata F1, yang dari 10.000 tanaman ia mampu menghasilkan panen hingga 50 ton.
Tomat merupakan buah yang bernilai gizi tinggi dan sering dianggap sayur karena penggunaannya dalam masakan.
Tomat bukan hanya pelengkap masakan, melainkan juga menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan kulit dan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved