Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAYURAN adalah bagian dari tumbuhan yang dapat dimakan manusia sebagai sumber makanan, biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar, dimasak, atau diolah. Bagian tumbuhan yang termasuk sayuran bisa berupa daun, batang, buah, umbi, bunga, maupun biji.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
Sayuran kaya serat, jika kurang dikonsumsi bisa menyebabkan susah buang air besar.
Kurang serat dan antioksidan dari sayuran membuat kolesterol lebih sulit dikendalikan.
Sayuran rendah kalori dan tinggi serat. Jika jarang makan sayur, nafsu makan sulit dikontrol sehingga lebih mudah gemuk.
Serat dalam sayuran membantu menstabilkan gula darah. Kekurangannya bisa memicu lonjakan gula darah.
Kekurangan vitamin, mineral, dan serat membuat usus bekerja lebih berat.
Sayuran mengandung vitamin B, zat besi, dan magnesium yang membantu energi tubuh. Kekurangan bisa membuat cepat lelah.
Kurangnya vitamin A, C, K, folat, dan kalium bisa mengganggu metabolisme tubuh.
Sayuran kaya antioksidan. Kekurangannya membuat kulit lebih cepat keriput dan kusam.
Vitamin C, E, dan beta karoten dari sayur penting untuk imunitas. Kekurangan membuat tubuh gampang sakit.
Antioksidan dalam sayuran membantu melawan radikal bebas. Jika kurang makan sayur, risiko kanker bisa meningkat.
Vitamin K, kalsium, dan magnesium dari sayuran hijau penting untuk tulang dan gigi. Kekurangan bisa memicu osteoporosis.
Nutrisi dari sayuran seperti folat, vitamin K, dan antioksidan penting untuk konsentrasi dan daya ingat. Kekurangannya bisa mempercepat penurunan fungsi otak.
Kurang makan sayuran bisa berdampak serius pada kesehatan jangka pendek maupun panjang. Idealnya, konsumsi sayuran minimal 250 sampai 300 gram per hari sesuai rekomendasi WHO. (Z-4)
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Sayur merupakan sumber penting serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved