Senin 19 Juli 2021, 18:40 WIB

Terdakwa Korupsi Puskesmas Bola di Sikka Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Gabriel Langga | Nusantara
Terdakwa Korupsi Puskesmas Bola di Sikka Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

MI/Gabriel Langga
Jajaran Kejaksaan Negeri Sikka, NTT saat menjelaskan vonis bagi terdakwa korupsi pembangunan Puskesmas Bola, Senin (19/7)

 

DUA terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Puskesmas Bola di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dedi Anderias Benyamin alias Dedi divonis 4,6 tahun. Sedangkan kontraktor proyek Dominikus Dere alias Domi diganjar 5,6 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kupang pada 30 Juni 2021. Keduanya itu divonis pidana penjara lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum  PPK 5 tahun 6 bulan dan kontraktor 6 tahun, 6 bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Fahmi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Nurbadi Yunarko mengatakan kedua terdakwa dinyatakan bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi  proyek pembangunan Puskesmas Bola di Dinas Kesehatan tahun anggaran 2019.

Dia pun merincikan, terdakwa Anderias Benyamin alias Dedi selaku Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka pada proyek pembangunan Puskesmas Bola divonis 4,6 tahun penjara dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan atau subsider tiga bulan kurungan.

Sementara itu, terdakwa Dominikus Dere Kilok alias Domi selaku kontraktor pelaksana diganjar 5,6 tahun dengan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Kontraktor pelaksana ini, kata dia, dikenakan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti terdakwa sejumlah Rp540 juta lebih dengan ketentuan jika terpidana tidak membayar uang pengganti selama satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

"Kedua terdakwa ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dalam proyek Pembangunan Puskesmas Bola," ujar dia, Senin (19/6).

Ditambahkan Nurbadi, kedua terdakwa ini ketika mendapatkan putusan tidak melakukan upaya banding. Dijelaskannya sampai saat ini belum ada tersangka lain dalam proses tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Bola.

"Sejauh ini baru dua tersangka ini dan sudah ada putusan," ujar dia. (OL-13)

Baca Juga: Di Depan Hakim, Juliari Terus Berkelit Tidak Minta Fee Bansos

 

Baca Juga

MI/Haryanto

NasDem Buka Posko Vaksinasi Covid-19 di Salatiga

👤Haryanto 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 11:31 WIB
Fadholi berharap jumlah vaksin yang disiapkan dapat menjangkau warga yang antre, mengingat jumlah yang disiapkan sangat...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Pemkot Bogor Uji Coba Bus Listrik Gratis Satu Bulan

👤Dede Susianti 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 11:17 WIB
Mulai hari ini, Rabu (4/8) hingga satu bulan ke depan, Pemerintah Kota Bogor akan melakukan uji coba operasi satu bus...
MI/Dede

Bansos Meluas Sentuh Tukang Ojek dan Sopir Angkot di Malang

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 11:05 WIB
Teknis penyaluran diserahkan langsung kepada para penerima kartu prakerja, pedagang pasar tugu, ojek daring dan sopir angkutan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya