Sabtu 19 Juni 2021, 21:00 WIB

Komnas PA Sebut Korban Kekerasan Seksual di SPI Capai 60 Orang

Mediaindonesia.com | Nusantara
Komnas PA Sebut Korban Kekerasan Seksual di SPI Capai 60 Orang

Antara/Inrianto Eko Suwarso
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait

 

KOMISI Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan jumlah korban kejahatan luar biasa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Selamat Pagi Indonesia (SPI) mencapai 60 orang.

Sejauh ini, kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, dari 60 korban itu, sebanyak 14 orang di antaranya telah menyelesaikan berkas acara pemeriksaan (BAP) di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

"Untuk yang sudah BAP dan visum ada 14 orang. Ada laporan yang masuk ke dinas di Kota Batu, belum lagi data dari Polda Jatim. Jadi, bisa sampai 60 korban," kata Arist dalam jumpa pers di Kota Batu, Jatim, Sabtu.

Arist menyebutkan 29 korban dugaan kekerasan seksual di Sekolah SPI telah melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batu melalui hotline.

Selain itu, lanjut Arist, Polda Jatim juga telah membuka hotline pengaduan kekerasan seksual di Sekolah SPI. Dengan demikian, secara keseluruhan kurang lebih 60 laporan yang telah masuk ke pihak berwajib.

Baca juga : Khofifah Tinjau Operasional Tempat Isolasi Mandiri BPWS di Bangkalan 

"Masih ada penggalian atas laporan dari alumni dan anak-anak yang masih bersekolah di sana," kata Arist.

Dari total korban yang telah rampung menjalani BAP tersebut, menurut Arist, sudah cukup untuk memanggil terduga pelaku yang merupakan pemilik Sekolah SPI berinisial JE. Polda Jatim akan memanggil JE pada pekan depan.

"Laporan korban yang belum BAP itu bisa dirumuskan menjadi saksi korban juga untuk menambah kesaksian dan menguatkan laporan dari 14 orang korban ini," kata Arist.

Sebelumnya, pada tanggal 29 Mei 2021, Komnas PA melaporkan temuan adanya dugaan kejahatan luar biasa ke Polda Jatim. Kekerasan itu diduga dilakukan oleh pemilik Sekolah SPI berinisial JE.

Pemilik sekolah tersebut dituding melakukan kekerasan seksual, fisik, verbal, serta eksploitasi ekonomi terhadap puluhan siswa. Laporan kepada pihak berwajib tersebut dilayangkan setelah Komnas PA mendapatkan laporan dari salah seorang korban. (Ant/OL-7)

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Pemkot Tasikmalaya Klaim Kasus Positif Covid Turun

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:50 WIB
PELAKSANAAN PPKM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat selama dua kali perpanjangan diklaim efektif menekan penyebaran Covid-19. Hal itu terlihat...
MI/Tosiani

Pemkab Malang Berdayakan Penggilingan Padi Untuk Bansos Beras

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:25 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Malang, Jawa Timur, memberdayakan penggilingan padi untuk pengadaan beras bantuan sosial bagi warga terdampak...
dok.humas

Pemkab Jembrana Luncurkan Aplikasi Penyaluran Bansos agar Tepat Sasaran

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:13 WIB
PEMKAB Jembrana meluncurkan aplikasi terkait penyaluran bantuan sosial, I- BAN (Integrated Bansos/ Bansos Terintegrasi). Tujuannya untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya