Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa berkekuatan 6,1 skala richter (SR), yang mengguncang wilayah Maluku Tengah pada Rabu (16/6) siang.
Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi berkekuatan 6,1 SR, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 6,0 SR. "Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,42 LS ; 129,57 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada kedalaman 19 km," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers virtual, Rabu (16/6).
Baca juga: BMKG: Waspada Gempa Susulan dan Potensi Tsunami di Maluku Tengah
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjut dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun atau normal fault," imbuh Dwikorita.
Lebih lanjut, dia menjelaskan guncangan gempa dirasakan di wilayah Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai dengan III MMI atau getarannya dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Lalu di Pulau Ambon dengan II-III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini, BPBD dan masyarakat setempat melaporkan dampak kerusakan pada beberapa rumah. Salah satunya, pagar gereja di desa Sounulu Kecamatan Tehoru akibat dari gempa tersebut. "BPBD masih terus mendata kondisi dampak gempa bumi," katanya.
Baca juga: Ada Potensi Gempa Besar dari Sesar Lembang, Ini Pandangan Ahli
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di stasiun Tide Gauge TEHORU, menunjukkan kenaikan muka air laut setinggi 0,5 m. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut.
Adapun berdasarkan hasil monitoring BMKG, telah terjadi 13 gempa susulan atau aftershock dengan kekuatan terbesar 3,5 SR. Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama di wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Atiahu, untuk mewaspadai gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor bawah laut.
"Segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi, apabila merasakan guncangan gempa cukup kuat," tegas Dwikorita.(OL-11)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan berintensitas lebat yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jabodetabek.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Rabu 11 Februari 2026, akan diguyur hujan ringan pada siang hari secara merata. Simak rincian lengkapnya.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
Untuk mengantisipasi tsunami, Indonesia mengimplementasikan Sistem Peringatan Dini Tsunami (INA-TEWS), yang memberikan informasi cepat kepada masyarakat untuk mitigasi bencana.
PacWave24 bertujuan untuk menguji sistem peringatan dini gempabumi dan tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan tsunami dari gempa magnitudo 7,3 Mentawai-Siberut teramati setinggi 11 cm, pada Selasa (25/3) dini hari.
Berdasarkan hasil riset BRIN, perawatan alat pendeteksi tsunami, khususnya Ina-Buoy, ternyata membutuhkan biaya yang besar.
Terkait anggaran perbaikan buoy, Wapres menyebut, semestinya tidak menjadi masalah karena dapat dilakukan secara bertahap.
Gempa Maluku M 7,9 berpotensi tsunami. Namun hasil pemodelan tsunami dengan parameter update (Mw 7,5), tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved