Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA aset negara yang dibangun dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) yang menelan dana sedikitnya lebih dari belasan miliar rupiah di Enggorang Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat NTT tampak telantar dan tak terurus. Ketiga aset milik pemerintah itu di antaranya Pasar Inpres Enggorang.
Pasar itu dibangun mengunakan dana APBN alokasi dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal senilai Rp4 miliar lebih. Hingga kini keberadaannya tak terurus dan menjadi lokasi pergaulan bebas anak usia remaja dan kerap terjadi keributan.
Tokoh masyarakat Enggorang, Fransiskus Samat, Selasa (11/5), menuturkan sangat disayangkan aset negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk menambah dan menyokong perekonomian warga sudah tidak jelas nilai dan asas pemanfaatannya. "Pasar ini tidak pernah dibuka. Kalau pun dibuka yang jual hanya empat atau lima orang. Itu pun penjual sayur mayur. Sangat disayangkan karena seharusnya untuk pendapatan retribusi dari pasar tetapi pemda setempat belum memaksimalkan ini," ujar Frans.
Selain Pasar Inpres, jembatan timbang juga sudah belasan tahun tidak ada nilai dan manfaatnya. Jadi tidak heran jika aspal ruas jalan negara cepat rusak akibat bobot muatan melebihi kondisi bobot jalan raya di Flores Barat. "Yang diharapkan itu perhatian dan keseriusan pemerintah menggunakan fasilitas ini sehingga berdampak pada pemasukan daerah atau pemerintah," terangnya.
Ada juga terminal penumpang angkutan darat antarkabupaten dan wilayah dalam daerah. "Kalau bisa pemerintah menghidupkan kembali agar bisa bernilai manfaat bagi banyak orang, "katanya.
Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa Matheus Ngabut saat dikonfirmasi menolak memberikan jawaban tanpa alasan yang jelas. "Maaf untuk sementara waktu saya belum bisa memberikan keterangan," ucapnya.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
KETUA DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai Pemprov DKI Jakarta belum optimal dalam mengoptimalkan aset daerah. Sebab, nilai pendapatan retribusi daerah dalam APBD 2024 hanya ratusan miliar
KETUA Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua menyoroti pengelolaan aset hasil penagihan Inspektorat yang merupakan kewajiban pengembang.
Masih banyak aset milik Pemprov DKI yang terbengkalai. Bahkan, banyak pula aset yang belum tercatat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum optimal melakulan penagihan serta pencatatan aset berupa fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum) di Jakarta.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta menjaga aset daerah seperti Kampung Susun Bayam (KSB).
Pascagempa, PLN memastikan seluruh aset di NTT tidak mengalami kerusakan dan pasokan listrik masyarakat tidak terganggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved