Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI bencana di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, banyak kisah tak terduga menimpa warga terdampak banjir bencana banjir bandang, Minggu (4/4). Salah satu kisah tak terduga datang dari Hendrikus Hengki Boy, warga Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur.
Sebelumnya, ia sempat terserang penyakit stroke hingga membuat dirinya lumpuh total selama setahun. Kini ia telah sembuh dari penyakit dan bisa berjalan layaknya orang normal akibatnya bencana banjir bandang yang melanda Pulau Adonara.
Saat ditemui mediaindonesia.com, di posko SDI Waiwerang, Selasa (20/4), Hengky, sapaan akrabnya, menceritakan, setahun dirinya hanya bisa terbaring di atas tempat tidur. Separuh tangan dan kaki tak bisa digunakan untuk berjalan dan menggenggam sesuatu.
Dirinya pernah dibawa ke dokter hingga dukun untuk bisa disembuhkan. Sayangnya, penyakit itu tak kunjung sembuh-sembuh sehingga membuat dirinya mengalami frustasi.
"Saya ini lumpuh total selama setahun. Saya tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Saya tidak bisa jalan. Semua cara saya lakukan agar bisa sembuh. Saya pernah berobat ke dokter dan dukun tetapi juga tidak pernah sembuh, " ujar pensiun PNS ini.
Namun, selama itu pria berusia 56 tersebut menghabiskan waktunya di tempat tidur dengan berdoa. Mukjizat pun datang. Sekitar Minggu 4 April 2021 pukul 02.00 Wita banjir melanda permukiman warga yang ada di Waiwerang.
Ia yang sendirian di kamar tidur mulai mendengar teriakan warga sekitar. Tanpa disadari, tiba-tiba ia langsung lompat dari tempat tidur dan berlari ke luar rumah dengan air sudah setinggi perutnya. Tidak lama kemudian, banjir bandang datang dengan membawa kayu dan batu merusak permukiman warga yang ada di Waiwerang.
"Saya juga tidak percaya. Saat banjir datang, saya lompat lima anak tangga di depan rumah. Saya langsung lari keluar. Tiba-tiba saya bisa jalan. Saya juga kaget. Saya sempat menangis karena bisa jalan. Ini keajaiban. Saya sembuh berkat Tuhan," ujar dia.
Dia sampaikan saat ini ia sudah bisa membawa kendaraan roda dua dan melakukan aktivitas seperti manusia normal. "Sekarang saya sudah bisa bawah motor. Saya sudah bisa ke mana-kemana. Ini berkat dari Tuhan," ungkap dia lagi. (OL-14)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved