Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis

Haryanto Mega
19/1/2026 17:29
Tinjau Banjir Pekalongan, Wagub Jateng Siapkan Penanganan Berlapis
Anak-anak bermain di tengah genangan air banjir Pekalongan.(Dok. MI)

WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung lokasi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, Senin (19/1). Peninjauan banjir Pekalongan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.

Dalam kunjungan itu, Taj Yasin didampingi istrinya, Nawal Arafah Yasin, menyusuri Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Saat itu, genangan air masih mengelilingi kawasan permukiman warga. Wagub tampak berjalan di tengah genangan banjir Pekalongan sebelum mengunjungi para pengungsi yang berada di masjid setempat.

Kehadiran Wakil Gubernur disambut warga yang tengah berbenah dan mengungsi. Taj Yasin berdialog langsung dengan warga serta berkoordinasi dengan pejabat setempat terkait kondisi lapangan dan langkah penanganan lanjutan.

Di lokasi yang sama, Nawal Arafah Yasin turut menyapa para ibu pengungsi di area masjid dan membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan moril di tengah situasi bencana banjir.

Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat bencana banjir, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sejumlah warga dengan kondisi kesehatan khusus, termasuk penderita stroke, telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

“Kita pastikan masyarakat aman, terutama lansia, anak-anak, dan warga berkebutuhan khusus. Kemarin sudah ada yang kita evakuasi dan diungsikan,” ujarnya.

Selain evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dapur umum telah disiagakan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, makanan, serta layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Untuk penanganan jangka menengah, Taj Yasin menyoroti kondisi tanggul Sungai Bremi yang hingga kini belum permanen dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan perhitungan teknis agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.

“Ada salah satu tanggul yang belum permanen dan itu kewenangan kami. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, penanganan jangka panjang akan difokuskan pada normalisasi dan pengendalian Sungai Bremi. Taj Yasin menyampaikan bahwa proyek penanganan sungai tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp50 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Dengan demikian, diharapkan banjir di wilayah Pekalongan Barat dan sekitarnya tidak kembali terulang.

“Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat. Informasi dari BBWS, nilainya sekitar Rp50 miliar, namun memang belum dikerjakan,” ujarnya.

Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60), salah satu warga terdampak, mengatakan banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah oleh hujan deras. Akibatnya, air menggenang dan belum surut hingga saat ini.

“Penyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi yang jebol. Air keluar, merambah, ditambah hujan. Air mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atap gentengnya saja,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena air datang dengan cepat. Seluruh perabotan rumah tangga masih terendam di dalam rumah.

“Ada kasur, kasur busa, sepeda motor, kompor, masih di rumah semua. Ya pasrah total,” katanya.

Meski demikian, Sujatmiko menyebut kondisi konsumsi dan ketersediaan obat-obatan di lokasi pengungsian relatif aman. “Aman di sini, bisa saling bantu. Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi. Soalnya daerah Tirto ini dari dulu sudah langganan banjir, tapi yang sekarang ini paling besar,” pungkasnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik