Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Di Pengungsian Banjir Pekalongan, Polwan Bantu Trauma Healing bagi Anak

Supardji Rasban
19/1/2026 08:51
Di Pengungsian Banjir Pekalongan, Polwan Bantu Trauma Healing bagi Anak
Polwan sedang memberi bantuan trauma healing terhadap anak di pengungsian.(MI/Supardji Rasban)

BANJIR yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tidak hanya berdampak pada kerusakan permukiman, tetapi juga kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak. Di lokasi pengungsian, aparat kepolisian bersama tim gabungan memberikan pendampingan trauma healing untuk memulihkan kondisi mental para pengungsi. 

Bantuan trauma healing bagi anak pengusi dan warga lanjut usia dilakukan Polres Pekalongan bersama TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan. 

"Selain evakuasi dan pendistribusian logistik, perhatian khusus diberikan pada pemulihan trauma psikologis, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia," ujar Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Minggu (18/1) sore.

Rachmad menuturkan pihaknya bersama Bhayangkari Pekalongan memberikan bantuan kepada para pengungsi, khususnya untuk logistik makanan. Pihkaknya bersama Bhayangkari Pekalongan juga memberikan bantuan kepada para pengungsi, khususnya untuk logistik makanan. 

"Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan stakeholder lainnya untuk  berupaya memberikan bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir, baik evakuasi maupun mendatangi titik-titik banjir yang masih membutuhkan bantuan," terang Rachmad.

Rachmad menyebut di lokasi pengungsian, anggota Polwan Polres Pekalongan melakukan kegiatan trauma healing dengan mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, serta berinteraksi secara langsung guna mengurangi rasa takut dan cemas akibat banjir.

"Selain trauma healing, petugas gabungan juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga selama berada di tempat penampungan," jelas Rachmad.

Diketahui, tercatat sebanyak 214 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan. Banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Jumat (16/1) malam hingga Minggu (18/1) dini hari. Sejumlah wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tirto, Siwalan, Sragi, Wiradesa, dan Buaran.

Aparat gabungan hingga kini masih terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir serta bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem susulan. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya