Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI bulan suci Ramadan, pedagang makanan menu berbuka puasa (takjil) membanjiri jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain umat muslim yang akan berbuka puasa, warga nonmuslim juga ikut menyerbut dagangan yang berupa es buah, es cendol, gorengan, aneka puding, dan menu lainnya itu.
Salah satu pedagang takjil, Siti Zulaiha mengatakan selain umat islam yang membeli dagangan hendak berbuka puasa dan juga ada pembeli dari nonmuslim yang membeli dagangannya.
Baca juga: Bupati Malang Larang Kerabat Korban Bencana Mudik
Dia mengaku pembeli dagangan takjilnya lebih banyak pembeli dari nonmuslim. Mengingat mayoritas penduduk di Kabupaten Sikka dari kalangan
nonmuslim.
"Kalau umat Islam asli sini pasti mereka buat takjil ini untuk buka puasanya di rumahnya. Kalau dagang kita ini, beli takjil ini biasa umat Islam asal Jawa yang bekerja sementara di Sikka ini. Tetapi kalau dihitung-hitung justru pembeli takjil ini dari nonmuslim yang lebih banyak. Kalau di tempat di Beru sudah sejak lama, kalau ramadan biasa pembeli dari nonmuslim paling banyak," papar dia saat ditemui mediainonesia.com, Sabtu (17/4).
Siti mengatakan di bulan Ramadan kali ini dirinya harus menambah lagi jumlah dagangan takjil ketimbang di hari-hari biasa.
"Alhamdulillah sudah beberapa hari ini jualan takjil ini habis terus. Peminatnya cukup banyak dagangan saya, hampir setiap hari laku dibeli," kata dia
Senada juga disampaikan Rusmina. Ia mengakui dirinya menjual takjil di bulan Ramadan pemasukan sangat luar biasa. Hal itu karena dagangannya tidak hanya dibeli oleh umat muslim untuk berbuka puasa tetapi juga umat nonmuslim
"Paling banyak pembeli dagangan kita itu nonmuslim. Ada juga pembeli takjil ini dari muslim. Tetapi kalau jumlah, lebih banyak nonmuslim yang beli dagangan," tandas Rusmina.
Rusmina mengakui selama bulan Ramadan, banyak sekali yang datang membeli takjil ini terutama di sore hari sekitar jam 16.00 wita.
"Takjil ini habis terus. Alhamdulillah keuntungan yang kita peroleh di bulan Ramadan ini dari jual takjil ini," ucap dia.
Sementara itu, pantauan mediaindonesia.com, puluhan pedagang telah ramai berkumpul dan menjual dagangannya di sepanjang jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru. Para pembeli dari muslim dan nonmuslim pun silih berganti mencari makanan takjil.
Harganya pun cukup terjangkau, hal ini terbukti karena para pedagang terlihat kewalahan saat melayani pembeli akibat dagangan mereka laris manis diborong warga yang hendak berbuka puasa dan warga nonmuslim yang ingin juga menikmati makanan di sore ini.
Sekedar diketahui, jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Beru ini tiap tahunnya, selama bulan Ramadan, pasti banyak pedagang yang menjual takjil untuk makanan berbuka puasa. (OL-1)
Elnusa Petrofin menilai Ramadan menjadi ruang refleksi bagi perusahaan untuk terus menumbuhkan nilai kebersamaan bersama masyarakat sekitar.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas korporasi di bulan suci Ramadan, melainkan wujud nyata kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Perusahaan menyalurkan donasi senilai Rp30 juta dan kebutuhan sehari-hari kepada Panti Yatim Indonesia, yang menaungi 50 anak usia 7–12 tahun.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyediakan hingga 700 porsi takjil per hari untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa, selama Ramadan 1447 Hijriah.
BBPOM membawa mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara real-time di "Pasa Pabukoan".
Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan
Antusiasme masyarakat dalam war takjil dipicu oleh hadirnya beragam makanan atau minuman yang memang jarang dijumpai di luar bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved