Selasa 02 Maret 2021, 19:40 WIB

Kepala Adat Minta Jangan Provokasi Dayak Modang Long Bentuq

mediaindonesia.com | Nusantara
Kepala Adat Minta Jangan Provokasi Dayak Modang Long Bentuq

dok.Humas Pemkab Kutim
Suasana mediasi oleh Pemkab Kutim, Rabu (10/2/2021), jangan ada yang memprovokasi sehingga memperkeruh situasi.

 

KEPALA Adat Besar Kung Kemul Kaltim Kaltara, Indra Bengeh, meminta pihak lain untuk tidak memperkeruh persoalan di Desa Long Bentuq terkait klaim lahan Dayak Modang. Karena persoalan bisa diatasi dengan duduk bersama, hati dingin, dan tanpa provokasi.

“Jadi, jangan ada provokasi dari pihak lain yang punya tujuan tertentu,” tegas Indra dalam pernyataan yang diterima mediaindonesia.com, Selasa (2/3).

Untuk itulah Indra mengimbau semua pihak khususnya masyarakat Adat Dayak di Kaltim, agar tidak memberi komentar jika tidak memahami permasalahannya. Selain itu, agar tidak menggiring opini ke arah agama dan etnis tertentu serta tidak mendukung aksi dan reaksi yang terjadi.

Menurut Indra, upaya penyelesaian sebenarnya sudah dilakukan sejak 2015. Saat itu mediasi Pemkab Kutim memberikan berbagai opsi. “Namun masyarakat adat Dayak Modang menolak. Mereka tetap berharap, tuntutan Rp15 Miliar dikabulkan,” kata Indra.

Pada 2015, tepatnya 13 Agustus, Indra Bengeh mengaku mengikuti rapat di Kantor Desa Long Bentuq. Namun, lagi-lagi masyarakat adat Dayak Modang Desa Long Bentuq, menolak opsi kerjasama dan nilai tuntutan. “Ketika itu, menurut Kepala Adat Daud Lewing, yang penting Rp15 Miliar diantar, maka persoalan selesai,” kata Indra.

Pemortalan jalan pada 30 Januari 2021 sendiri, menurut Indra merupakan puncak aksi. Indra Bengeh menyayangkan aksi tersebut tidak pernah melibatkan lembaga adat di Kutai Timur. Padahal, lembaga adat di Kutai Timur merupakan jembatan antara Pemerintah dengan masyarakat.  

“Back up dan campur tangan DAD Provinisi dan juga Saudara Elisason, sangat menginjak harkat, martabat dan harga diri lembaga adat dan masyarakat adat Kutim,” kata dia.

Indra Bengeh berharap, semua pihak harusnya mendukung mediasi Plt. Bupati Kutim, 10 Februari 2021. Apalagi, kesepakatan juga ditandatangani Ketua DAD. Nyatanya masyarakat adat menolak dan ujung-ujungnya mematok lokasi yang dipimpin Elisason.  

Terkait klaim hutan adat di Kesultanan Kutai Kartanegara, termasuk persoalan masyarakat adat Dayak Modang Desa Long Bentuq, Sultan Kutai Kartanegara Adji Mohammad Arifin akhirnya mengeluarkan maklumat.

Dalam maklumatnya, Sultan mengutuk pengakuan dan klaim secara sepihak, terkait hutan adat. Apalagi, jika secara historis dan hukum positif masih memerlukan pembuktian konkret. “Karena sangat bertentangan dengan nilai luhur Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” tutur Sultan.

Selain itu, lanjut Sultan, dalam menyelesaikan perselisihan atau persengketaan, hendaknya mengutamakan musyawarah. Jika tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, maka setiap warga negara wajib tunduk dan mengikuti mekanisme hukum dan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. (OL-13)

Baca Juga: Ganjar Klaim Jateng Nol Zona Merah Covid-19

Baca Juga

Antara

Vaksinasi Covid saat Puasa, Skrining Diperketat

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 13 April 2021, 15:19 WIB
PROSES vaksinasi untuk lansia di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terus dilanjutkan selama Ramadan. Namun, skrining akan lebih...
MI/Dok BPPT

Buoy di Selatan Malang Merespons Baik Saat Gempa 10 April Lalu

👤Siswantini Suryandari 🕔Selasa 13 April 2021, 15:14 WIB
Buoy BPPT yang dipasang di selatan perairan Kabupaten Malang (Buoy MLG), telah beroperasi secara optimal dan merespons gempa selatan Malang...
MI/HARYANTO

Profesi Nelayan Berisiko Tinggi

👤Haryanto 🕔Selasa 13 April 2021, 15:05 WIB
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah telah mendorong penerapan Perjanjian Kerja Laut (PKL) dan perlindungan BPJS...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya