Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANG utan merupakan bagian dari kekayaan fauna yang dimiliki Indonesia. Tugas pemerintah dan rakyatnya, menjaga salah satu kera besar dengan habitat di hutan hujan tersebut supaya ekosistemnya terjaga dengan baik.
Hal itu diungkapkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan pelepasliaran orang utan, di wilayah Kalimantan Timur. Sebanyak enam ekor orang utan dilepasliarkan di Muara Wahau, Kutai Timur, Rabu (23/4).
"Saya bersyukur kita masih bisa melepasliarkan enam orang utan. Mudah-mudahan mereka menjadi orang utan yang bahagia karena kembali ke tempat asalnya, tempat yang sesungguhnya, rumah mereka sebenarnya," ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (23/4).
Menurut dia keenam orang utan itu terdiri dari tiga jantan dan tiga betina. Seluruhnya ditaksir berusia 10 hingga 31 tahun. Dalam agenda itu, Raja Juli didampingi oleh Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Nunu Anugrah, juga CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Jamartin Sihite.
"Ada kebahagiaan, karena kita bisa merilis enam orang hutan, mereka akan kembali ke habitat mereka. Tapi sekaligus ini juga tantangan bagi kami untuk lebih serius lagi, menjaga kelestarian hutan, ekosistem dan satwa lainnya sehingga tidak banyak yang kemudian harus dikonservasi," paparnya.
Ia mengatakan enam ekor orang utan itu harus berada di habitat mereka. Dalam menjaga populasi orang utan pihaknya akan memperketat pengawasan dalam pemanfaatan hutan.
Menurut dia, pembangunan memang tidak boleh berhenti. Tetapi, itu harus dilakukan dengan menjunjung tinggi kelestarian alam. "Karena itulah pemberian tuhan untuk kita bersama-sama maka harus kita jaga berasama-sama untuk anak cucu kita, dan kesejahteraan masyarakat itu pasti," tuturnya.
Dia pun mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu padu membangun bangsa yang dibarengi dengan memastikan kelesatarian alam. "Jadi tiga elemen ini harus kita kelola dengan baik, hutan harus lestari, pembangunan tidak boleh henti, kesejahteraan masyarakat itu pasti dan ini harus kolaborasi dengan pusat dan daerah bekerja sama dengan yayasan, pihak swasta dan lainnya," pungkasnya. (Ant/P-3)
Sebanyak 13.333 siswa dan guru dari 332 sekolah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, berpartisipasi pada Festival Literasi Kutai Timur #1.
Rangkaian Festival Literasi Kutai Timur #1 memasuki tahap penguatan kapasitas melalui diklat luring Ketua Tim Literasi Sekolah (TLS) di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Festival Literasi Kutai Timur #1 menjadi momentum bagi sekolah untuk memperbaiki iklim belajar pasca-pandemi dan di tengah arus digitalisasi.
Motif Wakaroros bukan sekadar corak estetis. Ia adalah narasi visual masyarakat Dayak Basap, suku adat yang hidup berdampingan dengan rimba Karst Sangkulirang-Mangkalihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved