Jumat 26 Februari 2021, 08:37 WIB

Tiga Kepala SMK Kembali Diperiksa Penyidik Kejati Maluku Utara

Hijrah Ibrahim | Nusantara
Tiga Kepala SMK Kembali Diperiksa Penyidik Kejati Maluku Utara

MI/Hijrah Ibrahim
Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Imran Yakub terseret kasus korupsi pengadaan kapal nautika

 

PENYIDIK Kejaksaan Tinggi Provinsi Maluku Utara meminta keterangan tiga kepala SMK sebagai saksi korupsi anggaran pengadaan kapal nautika dan bantuan simulator yang melibatkan mantan Kepala  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Maluku Utara, Imran Yakub. Ketiga kepala sekolah adalah Kepala SMK Negeri 1 Halmahera Selatan, Samiun Usman, Kepala  SMK Negeri 1 Halmahera Barat, Niklas R Dimara, dan Kepala SMK Halmahera Timur (sekolah swasta), Rasid Hayat Idris. 

Ketiganya diminta penjelasan terkait penerimaan bantuan simulator dan pengadan proyek kapal nautika. Usai diperiksa, Kepsek SMK Negeri 1 Halmahera Barat, Niklas R. Dimara mengatakan ia bersama dua kepaal sekolah lainnya diperiksa terkait alat simulator.

"Kita diperiksa, tapi semuanya sudah selesai. Maka kita datang ke Kejati hanya dimintai keterangan ulang," kata Niklas, Kamis (25/2).

Niklas menuturkan, SMK Negeri 1 Halmahera Barat hanya menerima bantuan alat simulator saja. Sementara SMKN 1 Halmahera Selatan dan SMK Swasta Halmahera Timur menerima bantuan kapal.

baca juga: Mantan Kadis Dikbud Maluku Utara Diperiksa

Sementara Aspidsus, M. Irwan Datuiding membenarkan pemeriksaan tiga kepala sekolah terkait dengan kasus pengadaan kapal nautika dan simulator di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara tahun anggaran 2019. .

"Pemeriksaan ini bukan pertama kali tapi sudah ketiga kalinya. Mereka sudah diperiksa tiga kalo Pemeriksaan mereka sebagai saksi," kata Irwan.

Proyek pengadaan kapal nautika di lingkup Dinas Pendidikan Kebudayaan Maluku Utara diberikan kepada tiga SMK pada 2019 melalui dana alokasi khusus senilai Rp7,8 miliar.

"Proyek itu dikerjakan oleh PT Tamalanrea Karsatama pemenang tender proyek pengadaan alat simulator yang dialokasikan ke tiga SMK, yakni SMK Negeri 1 Halmahera Selatan, SMK Sanana di Kepulauan Sula dan SMK Negeri 1 Halmahera Barat," pungkasnya.  (OL-3)

Baca Juga

MI/Heri Susetyo

Ribuan KTP Pelanggar Prokes Menumpuk di Kejari Sidoarjo

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:57 WIB
Sebanyak 4.900 KTP warga yang terjaring razia protokol kesehatan (prokes) menumpuk di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo karena tidak...
MI/Dok penjabat bupati Sabu Raijua

Terseret Badai Hingga Samudera Hindia, Dua Nelayan Selamat

👤Palce Amalo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:45 WIB
Dua nelayan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) terseret badai hingga Samudera Hindia, selamat atas bantuan sebuah pesawat...
MI/Gabriel Langga

Polemik Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 07:28 WIB
Bupati Flotim Anton Hadjon beralasan membuka renenging atas nama pribadi untuk membantu korban bencana untuk menampung dana bantuan dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya