Jumat 19 Februari 2021, 09:45 WIB

Positif Covid-19, Rektor Unsyiah dan Keluarga Isolasi Mandiri

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Positif Covid-19, Rektor Unsyiah dan Keluarga Isolasi Mandiri

MI/Amiruddin Abdullah Reubee.
Rektor Unsyiah Samsul Rizal.

 

REKTOR Universitas Syiah Kuala (Unsyiah/USK) Banda Aceh terkonfirmasi positif covid-19 sejak pekan lalu dan masih melakukan isolasi mandiri bersama keluarga. Ini menggugah hati mahasiswa dan masyarakat Aceh. Harapannya rektor kelahiran Kabupaten Aceh Timur dan berdarah Pidie itu segera sembuh dari ujian Allah terhadap diri dan keluarganya.

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala Muhammad Haiqal kepada Media Indonesia, Kamis (18/2), mengatakan Rektor Samsul Rizal ialah motivator terhadap mereka yang sedang menimba ilmu di lembaga pendidikan tinggi jantung hati masyarakat Aceh tersebut. Apalagi dalam gaya kepemimpinan Samsul Rizal tercermin suatu keikhlasan untuk mencerdaskan generasi bangsa.

Hal itu sangat terasa dalam kondisi sekarang. Padahal dirinya bersama istri dan tiga anaknya sedang berjuang menghadapi OTG covid-19, tapi saban hari Samsul Rizal tidak lupa tanggung jawab memimpin aktivitas kampus walaupun melalui zoom meeting dari rumah pribadinya di Kampung Mulia, Banda Aceh. Walaupun tidak merasakan gejala yang berarti, untuk mencegah penularan, rektor bersama istri dan tiga anaknya kini menjalani isolasi mandiri.

Arifin, mahasiswa Teknik Geofisika, juga mengungkapkan dirinya tidak percaya ketika pertama kali mendapat informasi pada pekan lalu bahwa sang rektor sekeluarga serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kepala Bagian Humas Chairil Munawir terpapar Covid-19. Apalagi para guru itu sangat disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Tokoh masyarakat dari berbagai kalangan lain pun menyampaikan semangat serta doa terhadap Rektor Samsul Rizal dan jajaran petunggi USK yang positif covid-19. "Insya Allah kesehatan Rektor Universitas Syiah Kuala serta keluarga dan jajaran akademika itu dilimpahkan rahmat, ketabahan, juga kesebaran. Mereka berupaya memerangi covid-19, mulai mendirikan laboratorium swab, memproduksi cairan disinfektan, dan menerjunkan ratusan dokter sangat berarti terhadap kondisi sekarang," kata Farida Hanum, pemerhati masalah pendidikan di Aceh.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas Chairil Munawir mengatakan jumlah kasus covid-19 di universitas terbesar di Aceh itu sejak Maret 2020 sudah mencapai 141 orang. Sebagian besar di antara mereka telah sembuh dan beberapa meninggal dunia. (OL-14)

Baca Juga

DOK/PELINDO

Kolaborasi Anak Cucu Pelindo Tingkatkan Produktivitas Pelayanan

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 22:20 WIB
Anak cucu PT Pelindo I-IV sepakat bekerja sama guna meningkakan pelayanan dan produktivitas di sektor...
Dok.MI

KLHK Siapkan Pasal Berlapis kepada 4 Pemburu di Way Kambas

👤Dede Susianti 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 20:40 WIB
Atas perbuatannya mereka akan dijerat dengan hukuman pidana berlapis. Karena saat beraksi mereka menggunakan senjata api dan amunisi secara...
Antara

Esok Ribuan Pelaku Pariwisata Bali Divaksin

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 18:20 WIB
Target penerima vaksinasi ini adalah 5.000 orang. Sebanyak 2.500 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dan 2.500 untuk masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya