Rabu 17 Februari 2021, 19:40 WIB

Saat PPKM di Tasikmalaya Belasan Anak Punk malah Pesta Miras

Adi Kristiadi | Nusantara
Saat PPKM di Tasikmalaya Belasan Anak Punk malah Pesta Miras

Ant/Firmansyah
Ganggu ketertiban saat PPKM di Kota Tasikmalaya, belasan anak punk diamankan Satpol PP setempat.

 

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Tasikmalaya gerebek belasan anak punk tengah pesta minuman keras (miras) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Dalam penggerebekan itu, ditemukan salah seorang perempuan masih berstatus pelajar SMP.

Pesta miras yang dilakukan belasan anak punk tersebut menganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pandemi Covid-19, sehingga mereka melaporkan kejadian itu kepada aparat setempat.

"Kami dapat laporan warga Cieunteung adanya belasan anak remaja di Pemakaman Umum pesta miras hingga anggota melakukan penyelidikan langsung ke lokasi dan menggerebeknya. Di lokasi itu, ditemukan kantong plastik yang sebagian lagi sudah kosong dan ada beberapa plastik yang belum diminum," kata Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi Sugih, Rabu (17/2/2021).

Sandi mengatakan, pesta miras tersebut telah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. Belasan anak remaja tersebut dibawa langsung dan dinaikan ke dalam truk, namun dari mereka semua berasal dari luar daerah.

"Kami sudah meminta keterangan dari mereka. Mereka berasal dari luar Tasikmalaya yang berbeda-beda. Termasuk seorang perempuan berstatus masih SMP. Kami, juga akan tetap melakukan penertiban anak punk ini terutama di setopan jalan selama PPKM Skala Mikro mengingat selama ini pengemudi mengeluhkan keberadan mereka yang telah menganggu kenyamanan," ujarnya.

Ia mengatakan, selama PPKM berskala Mikro di Kota Tasikmalaya pihaknya tetap melakukan tindakan terhadap pelanggar prokes. Warga harus menerapkan protokol kesehatan mulai memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Karena, penyebaran virus korona mengalami peningkatan terutama klaster pesantren dan keluarga meski batasan itu sekarang ada pelonggaran aktifitas hingga pukul 21.00 WIB.

"Kami bersama tim Satuan Tugas Covid-19 tetap akan menegakkan peraturan terhadap pelanggar terutama yang tidak memakai masker dan berkerumun. Karena, saat ini berdasarkan data Dinas Kesehatan angka terkonfirmasi positif tercatat 3.926 orang di antaranya 3.065 orang dinyatakan sembuh, 792 pasien mendapat perawatan dan 69 orang meninggal dunia," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Dugaan Pencemaran Nama Baik, Dino Patti Djalal Dilaporkan ke Pori

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Pemkot Medan Ingatkan Warga tak Beli Minyak Goreng Lebih dari 2 Liter

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 22:19 WIB
Pembelian dalam skala besar atau melebihi kebutuhan akan mengakibatkan stok cepat habis dan memicu kelangkaan barang di...
dok.pribadi

Sengketa dengan Bupati Kobar, Advokat Diminta Keterangan Itjen Kementerian ATR/BPN

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 21:26 WIB
SENGKETA lahan antara Bupati Kobar, Kalteng dengan Nurhidayah dengan ahli waris almarhum mantan ASN Distanak Palangkaraya, Brata Ruswanda...
Medcom.id.

Mantan Guru Honorer yang Bakar SMPN 1 Cikelet Dibebaskan

👤Kristiadi 🕔Jumat 28 Januari 2022, 20:32 WIB
Berkaitan dengan pemenuhan honor guru itu, pihaknya mengembalikan ke Dinas Pendidikan dan sekolah tempat bersangkutan pernah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya