Selasa 19 Januari 2021, 23:05 WIB

BMKG : Jawa Barat Rawan Bencana Banjir Bandang

Atalya Puspa | Nusantara
BMKG : Jawa Barat Rawan Bencana Banjir Bandang

MI/Ramdani
Dampak banjir bandang di Cisarua, Selasa (19/1).

 

KEPALA Stasiun Klimatologi Bogor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Abdul Mutholib mengingatkan potensi banjir bandang di wilayah Jawa Barat, seiring dengan datangnya puncak musim hujan.

"Perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, puting-beliung, maupun hujan ringan hingga sedang berlangsung secara terus-menerus yang rawan berpotensi menimbulkan terjadinya banjir bandang," kata Abdul, dalam keterangan resminya.

Untuk itu, katanya, masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Selama tiga hari ke depan, sebut Abdul, potensi hujan sedang hingga lebat masih terdeteksi di wilayah Perkebunan Teh Gunung Mas Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Kawasan itu baru saja dilanda banjir bandang, Selasa (19/1) pagi. BMKG mencatat curah hujan dengan intensitas ekstrim tercatat pada Pos Hujan Gn Mas Puncak sebesar 107,5 mm (Hujan Sangat Lebat). Sedangkan dari pos pengamatan Naringgul Puncak, tercatat curah hujan sebesar 112 mm (Hujan sangat lebat).

Berdasarkan pantauan citra radar, tampak terjadi pergerakan awan hujan dari arah Barat hingga Barat Laut ke wilayah wilayah Cisarua Bogor dalam durasi yang lama dan bersifat terus menerus dari siang hingga dini hari yakni pukul 10.46 – 05.00 WIB. Kondisi curah hujan yang cukup tinggi tersebut berpotensi memicu luapan air sungai dan mengakibatkan banjir di sekitar daerah aliran sungai.

"Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer proses pertumbuhan awan hujan pada saat tanggal kejadian tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan didukung oleh kondisi anomali suhu permukaan laut yang masih hangat serta terdapatnya daerah perlambatan angin yang melewati wilayah Jawa Barat, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat," bebernya.

Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat (khususnya Jabodetabek) sebelum terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada tanggal 18 Januari 2021 dari pukul 17.20 WIB hingga 20.20 dan pukul 22.20 hingga 23.45. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Dirlantas Jateng: Seluruh Pelanggar Lalin Termonitor ETLE

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 17 Januari 2022, 07:06 WIB
Ditlantas Polda Jawa Tengah menindak 34 ribu pelanggar lalin dalam 15 hari awal di...
 ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Banyak Bibit Ayam Mati dan Sakit, Harga Telur di Tanjungpinang Naik

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 06:30 WIB
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Kepri, membeberkan penyebab kenaikan harga telur ayam ras di daerah itu...
AFP

Vaksinasi Lansia di Medan Capai 60,26 Persen

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:58 WIB
Pemkot Medan,  akan fokus melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun direncanakan berlangsung secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya