Rabu 30 Desember 2020, 14:36 WIB

Selama 2020, Lima Terdakwa Korupsi Divonis Bebas di Sulsel

Lina Herlina | Nusantara
Selama 2020, Lima Terdakwa Korupsi Divonis Bebas di Sulsel

MI/Lina Herlina
Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menggelar jumpa pers di Makassar, Sulsel, Rabu (30/12).

 

PENGADILAN Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Kota Makassar, selama 2020 memvonis bebas lima terdakwa kasus dugaan korupsi dengan lokus Sulawesi Selatan.

Lima terdakwa tersebut, yaitu dua terdakwa kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Enrekang tahun 2016. Dua terdakwa dugaan kasus suap lahan Taman Hutan Raya (Tahura) di Kelurahan Tana Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, dan satu terdakwa kasus dugaan korupsi PD Parkir.

Menurut peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Hamka saat rilis catatan akhir tahun penegakan hukum dan antikorupsi tahun 2020 di Kantor ACC Sulawesi, sebenarnya, selama 2020 ada 80 perkara dengan 81 terdakwa yang teregister di PN Tipikor Makassar.

Tapi ada 88 perkara yang divonis, setelah ditambah delapan perkara dari tahun 2019. Dari semua vonis yang dijatuhkan hakim tipikor, kasus fee 30 persen Pemerintah Kota Makassar lah menjadi putusan yang paling tinggi hukumannya, yaitu enam tahun penjara dan denda Rp500 juta, dengan terdakwa Erwin Haiya, mantan Camat Rappocini.

"Sementara putusan terendah majelis hakim PN Tipikor Makassar, yaitu satu tahun dan denda Rp50 juta," sebut Hamka tanpa menyebut kasusnya.

Selain itu, Hamka juga menyebutkan, ACC Sulawesi mencatat terkait kerugian keuangan negara dari perkara korupsi tahun 2019 dan tahun 2020. Di tahun 2019, 120 perkara korupsi di Sulsel mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih kurang Rp95,12 miliar. Sementara tahun 2020, 80 perkara korupsi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara lebih kurang Rp59,17 miliar.

"Kebanyakan di tahun 2020, kerugian keuangan negara tidak terlalu tinggi. Bahkan ada hannya Rp34 juta kerugian keuangan negaranya. Tapi tetap korupsi namanya," tutup Hamka. (LN/OL-09)

Baca Juga

Dispen TNI AD

KSAD Tinjau TNI AD Manunggal Air di Kupang

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:18 WIB
Peninjauan TNI AD Manunggal Air merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja KSAD ke wilayah Kodam IX/Udayana,...
dok.Ist

Masyarakat di NTT Deklarasi Dukung Ganjar Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:12 WIB
RATUSAN masyarakat yang tergabung dalam Desa untuk Ganjar Nusa Tenggara Timur (Des Ganjar NTT) mendeklarasikan dukungan terhadap bagi...
DOK/RELAWAN RIDWAN KAMIL

Idamkan Pertanian Maju, Milenial Pontianak Dukung Ridwan Kamil

👤Bayu Anggoro 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:00 WIB
Dukungan untuk Ridwan Kamil datang dari Pontianak. Pemuda Pontianak menginginkan pertanian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya