Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA telor ayam ras di kawasan Provinsi Aceh sejak dua pekan terakhir terus melonjak naik. Kenaikan itu ditenggarai terkait menjelang tahun baru dan musim kenduri maulid di provinsi paling ujung barat Indonesia itu.
Dari pengamatan Media Indonesia, kenaikan harga telor paling tinggi itu di antaranya terjadi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Lalu di Banda Aceh Ibukota Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya juga terjadi kenaikan luar biasa.
Di Kabupaten Pidie, misalnya, harga telor ayam ras ukuran besar (kualitas terbaik) mencapai Rp55.000 per papan (30 butir). Harga tersebut lebih mahal dari sebelumnya yang hanya Rp45.000 per papan.
Kemudian telor ayam ras ukuran sedang, dari sebelumnya berkisar Rp38.000 hingga 40.000 per papan, kini naik menjadi Rp45.000 per papan. Untuk harga per butir, telor ukuran sedang ini dari dua pekan sebelumnya Rp1.500 sekarang naik menjadi Rp2.000.
Pedagang grosir telor ayam di Kota Sigli, Ibu Kota Kabupaten Pidie, Faisal, kepada Media Indonesia, Selasa (22/12) mengatakan, melonjaknya harga telor ayam itu karena permintaan meningkat dari biasanya. Lalu terkait menjelang Tahun Baru 2021 M. Ditambah lagi dengan sedang ramainya musim kenduri maulid di Aceh, saat ini.
"Tidak diketahui mengapa menjadi kebiasaan, tiap jelang tahun baru harganya naik. Padahal ini bukan keinginan kita," tutur Faisal.
Dari penelusuran Media Indonesia, tingginya harga telor ayam itu sangat terasa bagi warga di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Apalagi sekarang sedang pandemi Covid-19 yang telah meluluhlantakkan sendi ekonomi masyarakat.
Di satu sisi warga sedang terpuruk pendapatan ekonomi, berikutnya ditambah lagi persoalan harga barang semakin mahal. Diharapkan pemerintah bisa mengontrol harga berbagai barang di pasaran. Sehingga tidak terjadi permainan di celah situasi ekonomi sedang bermasalah.
"Masyarakat merasa terayomi kalau ada perhatian besar terhadap harga kebutuhan pokok. Jangan sampai karena secuil orang ingin menikmati keuntungan yang tidak wajar sehingga mengundang penderitaan masyarakat luas,'' tutur Nurbaiti, pemerhati msalah sosial dan keluarga di Aceh. (MR/OL-10)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved