Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Labuhanbatu, Sumatra Utara meringkus sejumlah orang tersangka pengedar sabu yang masih memiliki hubungan keluarga, di Dusun Sungai Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Hulu Tengah. Sat Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap tiga tersangka pengedar sabu dalam suatu operasi penggerebekan Minggu (22/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Para tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Jo 132 ayat 1 undang-undang No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara," terang Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan saat dikonfirmasi, Selasa (24/11).
Dia menjelaskan, penggerebekan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu mengarahkan anggotanya ke sebuah rumah di Dusun Sungai Dondong, Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Hulu Tengah,Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam operasi tersebut mereka mengamankan tiga orang yang menempati rumah tersebut. Salah satunya adalah Suhardi alias Unying, 37 yang menjadi target operasi. Kemudian Eka Misdar Wati alias Wati, 31, yang merupakan istri dari Unying. Lalu Pandu Prayogo alias Yoyo yang masih berusia 19 tahun. Yoyo adalah adik kandung Unying.
Dari Unying, petugas menyita 1 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 6,03 gram, 1 bungkus plastik klip kosong, 2 HP android dan uang tunai senilai Rp230.000. Dari tersangka Wati didapati 3 bungkus plastik klip transparan berisi sabu sebanyak 2 gram dan 1 botol minyak rambut warna hitam. Petugas juga menyita 3 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat
2,71 gram, 1 botol minyak rambut warna biru dan 2 HP android, dari Yoyo.
Sehingga total barang bukti (BB) sabu yang disita petugas sebanyak 10,74 gram. Adapun BB milik Unying ditemukan petugas di bawah tempat tidur kamarnya. Sedangkan BB milik Yoyo ditemukan di belakang dapur, diselipkan di kandangayam dan BB Wati ditemukan di dekat mesin air di sumur. Setelah diinterogasi, Wati dan Yoyo mengaku mendapatkan sabu dari Unying. Sedangkan tersangka Unying mengaku mendapat sabu dari seseorang berinisial B, warga Ajamu, Panai Tengah.
baca juga: Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Klaten Jaring 8.043 Pelanggar
Unying mendapatkan sabu dengan cara memesannya melalu telepon. Namun saat petugas mencoba menghubunginya, nomor tersebut tidak aktif. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Kapolres, tersangka Unying mengaku sudah tiga bulan melakukan bisnis haram tersebut. Unying juga mengaku dalam menjalankan bisnis haramnya itu ia dibantu Wati dan Yoyo.Lebih lanjut Kapolres mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat yang melaporkan adanya peredaran narkoba di Panai Tengah dan Panai Hulu. (OL-3)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved