Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN Nelayan yang biasanya beraktivitas menangkap ikan di perairan Selat Malaka, Provinsi Aceh, berhenti melaut. Pasalnya, sejak dua pekan
terakhir, di perairan setempat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
Para pencari ikan yang harus berheti melaut itu tersebar di berbagai kawasan pesisir pantai. Misalnya di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Kota Lhokseumawe.
Muslim, nelayan di kawasan Pidie Jeumeurang, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, kepada Media Indonesia, Minggu (18/10), mengatakan ketinggian gelombang di tengah laut setempat bisa mencapai 4 meter.
Baca juga: Pertanian Modern Bukan Lagi Tanam, Panen lalu Jual
Muslim bersama nelayan lainnya yang bekerja pada satu kapal berukuran sekitar 15-6 meter itu gagal menjaring ikan ke tengah laut.
Mereka mengurungkan niatnya setelah angin kencang dan gelombang tinggi menghantam badan kapal bertubi-tubi.
"Gelombang sebesar rumah terus menerus menghantam kapal. Kami harus balik arah ke daratan. Hanya bisa berlabuh jaring pukan sebentar saja, itu pun tidak bisa terlalu jauh ke tengah" kata Muslim.
Dikatakan Muslim, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan. Mereka yang sering memperoleh dua ton ikan setiap kali berlayar sekarang hanya mendapat 200 kilogram saja.
Bahkan, dalam sepekan ini, sering hanya cukup untuk biaya operasi dan bahan bakar kapal. Namun, mereka tetap berusaha mengarungi gelombang demi menutupi biaya kebutuhan keluarga.
"Tadi pagi, banyak kapal yang sudah siap berlayar. Tapi, karena datang angin dan gelombang, mereka harus batal beraktivitas" tutur seorang nelayan lainnya kepada Media Indonesia, di pelabuhan tempat pendaratan ikan Pasie Jeumerang, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie. (OL-1)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Pemerintah memilih mengebut pembangunan jembatan permanen di Aceh meski status tanggap darurat bencana belum sepenuhnya dicabut.
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved