Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Siaga Desa TBC menjadi salah satu tindakan untuk mengeliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Dirjen Penanganan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyampaikan hal itu saat menghadiri pertemuan Desa Siaga TBC Kabupaten Brebes di pendopo rumah dinas Bupati Brebes, Minggu (6/9).
Menurut Achmad Yurianto, sampai sekarang masih ada penyakit menular dan tidak menular yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah TBC.
"Untuk itu perlu adanya pemahaman tentang problema yang terjadi sehngga dapat dicarikan solusi penanganan paling tepat," ujar Achmad Yurianto.
Program Siaga Desa TBC dilaksanakan sebagai tindak lanjut rapat terbatas eliminasi TBC dan pencanangan gerakan bersama di sektor kesehatan.
"Sesuai instruksi Presiden kita harus cari dan temukan untuk kemudian obati hingga tuntas," tutur Yurianto.
Ia merinci jumlah pengidap TBC di Indonesia sebanyak 840 ribu orang. Dan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Tiongkok dan India dalam kasus TBC ini.
Jumlah itu berdasarkan prediksi pihak Kemenkes terhadap kasus yang ada. Sementara jumlah pengidap yang berhasil di-notifikasi baru mencapai 550 ribu orang.
"Kalau di Indonesia angkanya 840 ribu orang, itu prediksi kita dari kasus yang ada. Tapi yang bisa di-notifikasi baru 550 ribu. Artinya masi banyak kasus yang belum ditemukan. Kalau belum diobati bisa menjadi sumber penularan di masyarakat. Ini yang kita kejar," jelasnya.
Pada kesempatan itu Bupati Brebes Idza Priyanti berjanji akan menuntaskan permasalahan TBC pada 2028 atau lebih cepat dari target pemerintah pusat yang akan menuntaskannya pada 2030.
"Kami bertekad akan menuntaskan kasus TBC pada tahun 2028, lebih cepat dia tahun dari target pemerintah pusat," ujar Idza.
Idza berkeyakinan TBC bisa diatasi bila semua bahu-membahu, peduli dengan penderita untuk berani sembuh dan mencegah penularannya. Penyakit TBC tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat penyakit ini menular, berbahaya dan sudah memakan banyak korban baik di Indonesia maupun dunia.
baca juga: Pandemi Covid-19 Menghambat Upaya Penanggulangan TBC
Kabupaten Brebes, lanjutnya, masuk menjadi salah satu wilayah percontohan yang akan melakukan usaha penuntasan TBC dengan menggandeng langsung Kementerian Kesehatan RI.Sebagai daerah terluas kedua se-Jawa tengah setelah Kabupaten Cilacap dengan 17 Kecamatan, 192 desa dan 5 kelurahan serta jumlah penduduk yang padat, perlu kerja ekstra keras.
"Permasalahan kesehatan di Brebes, perlu mendapatkan perhatian yang serius termasuk penyakit TBC," pungkas Idza. (OL-3)
Tradisi halal bihalal diinisiasi oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Saat itu muncul gagasan silaturahmi yang kemudian berkembang menjadi halal bihalal dan terus dilestarikan hingga kini.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
Arus balik Lebaran membuat pusat oleh-oleh telur asin di Jalur Pantura Brebes diserbu pemudik. Penjualan meningkat hingga tiga kali lipat dengan 15 ribu butir telur asin terjual setiap hari.
Meningkatnya volume arus mudik dan masih banyak pemudik kehabisa saldo E Tol menjadi penyebab antrean yang mengular.
Antrean kendaraan yang kembali terjadi di Gerbang Tol (GT) Pejagan, Brebes ini, membuat volume kendaraan padat.
Pemudik diangkut menggunakan bus, sedangkan kendaraan sepeda motor mereka diangkut menggunakan truk.
Selain mual dan kelelahan, gejala ringan lain yang kerap dikeluhkan meliputi sakit kepala, sensasi menyerupai flu, nyeri sendi, hingga suhu tubuh yang terasa lebih hangat.
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Kemenkes memperketat penanganan AIDS, TBC, dan malaria di Papua Pegunungan. Enam daerah jadi fokus utama dengan strategi baru lintas sektor.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan obat herbal bisa mencegah atau mengobati penyakit Tuberkulosis (Tb).
MEDIA sosial sempat dihebohkan dengan pernyataan dari influencer yang menyebut bahwa tuberkulosis (Tb) dapat dicegah dan diobati dengan obat herbal.
Efek samping dari obat tuberkulosis atau TBC biasanya berupa gejala ringan berupa mual, nafsu makan menurun, kelelahan, gatal namun tidak ada ruam atau kemerahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved