Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara mengumpulkan puluhan prajurit yang sehari sebelumnya telah mendonorkan plasma konvalesen untuk kesembuhan Covid-19. Puluhan prajurit tersebut dikumpulkan di Aula Kodam IX Udayana Bali, Rabu (12/8).
Para prajurit yang mendonorkan plasma konvalesen tersebut diberikan penghargaan berupa piagam penghargaan dan beberapa hadiah lainnya. Bukan hanya itu. Anggota yang telah mendonorkan darahnya akan diberi kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan.
"Ada yang mau Secapa. Pendidikan Secapa itu dari Bintara menjadi perwira. Ini menjadi perhatian saya, untuk menjadi prioritas bagi mereka yang donor. Ini bisa disusulkan, dan bisa langsung diproses di pusat," ujarnya.
Baca Juga: Alternatif Menjanjikan Covid-19 Dengan Plasma Konvalesen
Pangdam berjanji akan memberikan perhatian serius terhadap personel di jajarannya yang telah secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen.
Jumlah yang menerima penghargaan sebanyak 28 orang. Mereka berasal dari berbagai jenjang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 dan kemudian dirawat hingga sembuh. Selain anggota TNI, penghargaan diberikan juga kepada para PNS di wilayah Kodam IX Udayana yang juga sebelumnya terkonfirmasi positif dan dirawat hingga sembuh.
Dalam acara tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara mengapresiasi niat dan ketulusan hati para pendonor plasma konvalesen dalam rangka membantu mempercepat penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. "Penghargaan ini tidak sebanding dengan ketulusan dan niat baik para pendonor dan berharap kegiatan donor plasma konvalesen dapat menginspirasi segenap stakeholder yang ada di Bali untuk tergerak hatinya melakukan hal serupa," jelas Pangdam.
Baca Juga: Terapi Plasma Konvalesen RSPAD Tunjukkan Hasil Baik
Menurut Pangdam, mendonorkan plasma konvalesen itu tindakan yang sangat patriotik dan heroik. "Mereka saya anggap sebagai Veteran Perang melawan Covid-19 karena mereka sudah berhasil sembuh melawan Covid-19. Harapan saya kepada seluruh masyarakat khususnya yang berada di Provinsi Bali, mari kita sama-sama mendukung pemerintah, khususnya kepada Bapak Gubernur Bali untuk bisa melakukan berbagai upaya bagaimana meningkatkan kesembuhan, bagaimana menekan terjadinya kasus meninggal karena Covid-19. Salah satu cara adalah dengan memberikan donor plasma konvalesen. Oleh karena itu bagi masyarakat yang sudah pernah terpapar, Covid-19 dan saat ini sudah sembuh, saya himbau untuk mau dan berkenan secara suka rela memberikan donor darahnya atau plasmanya," harap Pangdam.
Terkait yang terpapar Covid-19 di Kodam IX/Udayana, khususnya wilayah Bali, Pangdam menjelaskan sudah ada sebanyak 51 orang dan yang sudah sembuh sebanyak 46 orang, dimana setelah diperiksa dan memenuhi syarat untuk memberikan donor darahnya untuk tahap sekarang ini sebanyak 28 orang.
''Atas nama pribadi, atas nama Pangdam IX/Udayana dan atas nama Kasad menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada Prajurit dan PNS yang dengan sukarela mendonorkan darahnya,'' tambah Pangdam.
Upaya untuk mencegah Covid-19, kembali kepada kesadaran masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden bahwa perekonomian harus terus melaju sementara Covid-19 harus terus ditekan. Selain itu, sesuai Inpres juga menekankan kepada kita terutama TNI-Polri untuk dapat mengubah perilaku masyarakat apa yang disebut sebagai adaptasi kehidupan baru dan yang kedua bagaimana menekan kasus-kasus baru positif Covid-19. Kedua tugas ini disebut pendisiplinan masyarakat dalam tatanan kehidupan baru.
Selanjutnya Kadiskes Pemprov Bali dr I Ketut Suarjaya, MPPM yang mewakili Sekda Provinsi Bali menyampaikan data tentang Covid-19 di Bali yang masih terus perlu penanganan. Salah satunya melalui terapi plasma konvalesen yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan.
Juga disinggung tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Bali sangat signifikan. Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi semua pihak dalam mendukung pelaksanaan donor plasma konvalesen. Mulai dari PMI Bali, RS PTN Unud, RSUP Sanglah, Kodam IX/Udayana yang sudah melibatkan 28 personelnya sebagai pendonor dalam pelaksanaan donor plasma konvalesen tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut Pangdam IX/Udayana menyerahkan piagam penghargaan kepada Kadiskes Pemprov Bali selaku Keynote Speaker saat kegiatan Webinar yang diselenggarakan Kodam IX/Udayana beberapa hari pada Senin (10/8) lalu.
Pemberian penghargaan yaitu berupa piagam dan tali asih juga dilakukan secara simbolis kepada tiga perwakilan pendonor yang diterima antara lain Peltu I Wayan Suamba, Praka Komang Roy Marganda, dan PNS Luh Putu Prastika Utami.
Ketiga penerima penghargaan mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana seraya berharap kontribusi donor plasma yang dilakukan dapat bermanfaat bagi para pasien positif Covid-19 yang saat ini masih dalam perawatan. "Semoga kontribusi kami bermanfaat dan kita berdoa semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu," ujarnya. (OL/OL-10)
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved