Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa waktu lalu harimau liar memasuki permukiman warga Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Kini ganti gajah liar yang mendatangi Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Berdasarkan informasi ada kira-kira 20 ekor gajah liar merusak tanaman pertanian dan lahan perkebunan di kawasan Kecamatan Simpang Keramat, Aceh Utara. Akibatnya puluhan hektare (ha) kebun sawit, kakao, pisang, dan tanaman palawija lainnya rusak.
Lokasi yang paling sering didatangi gajah liar adalah di Desa Pase Sentosa. Pasalnya kawasan tersebut dekat dengan hutan dan lereng perbukitan.
Baca juga: Kaldera Toba Diakui Unesco setelah 9 Tahun Diajukan
"Takut kalau sampai puluhan gajah itu mengamuk saat kepergok manusia," tutur Adli, warga Simpang Keramat.
Warga berharap pihak terkait atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera bisa menanggulangi gangguan kawanan po meurah (sebutan nama lokal) itu. Mereka khawatir bila terus terjadi gangguan, maka pertanian dan perkebunan warga akan terdampak.
Apalagi dalam situasi covid-19 sekarang ini, warga yang sebagian besar mencari nafkah dari bercocok tanam tersebut berharap dari hasil pertanian dan perkebunan.
"Kami sangat mengharapkan ada perhatian dari pemerintah atau lembaga terkait agar gangguan gajah liat ini segera berakhir," tambah Abdullah, warga lainnya. (OL-14)
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved