Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Lonjakan Harga Daging Meugang Capai Rp200 Ribu per Kilogram di Aceh

 Gana Buana
16/2/2026 20:14
Lonjakan Harga Daging Meugang Capai Rp200 Ribu per Kilogram di Aceh
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, melonjak hingga Rp200 ribu.(Antara)

PADA hari pertama tradisi meugang yang menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.

"Untuk hari ini, harga daging baik kerbau maupun sapi dijual seharga Rp200 ribu per kilogram," ungkap Musliadi, salah seorang pedagang daging meugang di Abdya, dilansir dari Antara, Senin (16/2).

Kenaikan harga tersebut, yang biasanya berkisar Rp150 ribu per kilogram, dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat serta terbatasnya pasokan ternak di daerah tersebut.

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga sebagai bagian dari perayaan menjelang Ramadan.

Dilansir dari Antara, terlihat banyak pedagang musiman yang menjual daging di sepanjang jalan nasional lintas Babahrot-Tapaktuan (Abdya-Aceh Selatan).

Musliadi juga menjelaskan bahwa harga tulang dan isi dalam daging bervariasi. Isi dalam kerbau dihargai Rp25–30 ribu per kilogram, sementara tulang paha depan dan belakang dijual dengan harga Rp300-500 ribu, tergantung kesepakatan dengan pembeli.

"Meski harga tinggi, antusiasme masyarakat tetap besar. Lokasi penjualan tampak ramai oleh warga yang ingin membawa pulang daging untuk keluarga," kata Musliadi.

Salah seorang pembeli daging meugang di Pasar Inpres Blangpidie, Abdya, Herman, mengatakan bahwa membeli daging pada saat meugang adalah bagian dari kewajiban budaya yang sudah turun-temurun.

"Walaupun sedikit, kami orang tua tetap harus beli untuk dibawa pulang. Tidak harus banyak, yang penting ada meskipun setengah kilogram," kata Herman.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Selatan. Seorang pembeli dari Kecamatan Samadua, Rizki, mengatakan bahwa harga daging meugang di daerah tersebut bervariasi, namun rata-ratanya mencapai Rp200 ribu per kilogram.

"Di Aceh Selatan harganya mencapai Rp200 ribu per kilogram, ada juga yang Rp180 ribu di daerah ujung seperti Trumon. Tapi rata-rata memang Rp200 ribu per kilogram," ujar Rizki.

Meski demikian, masyarakat tetap terlihat antusias membeli daging, mengingat meugang merupakan momen yang begitu sakral di Aceh. Tradisi ini telah menjadi kewajiban bagi masyarakat untuk makan daging saat menyambut Ramadan.

"Tadi saya lihat di kota Tapaktuan cukup ramai masyarakat yang membeli daging. Karena ini meugang, jadi walaupun mahal, masyarakat sudah terbiasa, memang setiap tahun seperti ini," tambah Rizki.

Sebagai informasi, tradisi meugang merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilakukan setiap menjelang Ramadan, Idul Fitri, atau Idul Adha, dengan cara memasak dan menyantap daging bersama keluarga. Tradisi ini telah lama menjadi simbol persatuan sosial dan cerminan nilai gotong royong serta rasa syukur masyarakat Aceh. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik