Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KURUN enam bulan terakhir, jumlah demam berdarah dengue (DBD) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencapai 469 kasus. Dinas Kesehatan setempat pun meningkatkan kewaspadaan merebaknya penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Lulis Delawati, mengatakan secara umum terdapat 790 kasus yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti selama semester pertama tahun ini. Rinciannya, demam berdarah tercatat sebanyak 299 kasus, demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 469 kasus, dan dengue shock syndrome sebanyak 19 kasus. "Dari total kasus itu, jumlah kematian sebanyak 3 kasus," kata Lulis, Senin (29/6).
Berdasarkan laporan data yang tercatat pada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi hingga 23 Juni 2020, jumlah kasus cukup menonjol terjadi pada April. Pada bulan itu terjadi 261 kasus dengan rincian demam berdarah (DB) sebanyak 123 kasus, DBD sebanyak 129 kasus, dan dengue shock syndrome (DSS) sebanyak 9 kasus.
"Jumlah kasus pada April memang cukup banyak dibanding bulan lainnya selama Januari-Juni. Kalau melihat data, selama periode Januari-Juni tahun ini, tren jumlah kasus ada peningkatan sedikit dibandingkan periode sama tahun lalu. Tidak terlalu signifikan," jelas Lulis.
Merebaknya DBD tahun ini tak terlepas tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. Sekarang memasuki masa transisi perubahan iklim dari hujan ke kemarau. Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melakukan berbagai upaya penanganan dan pencegahan.
"Upaya yang kami lakukan di antaranya deteksi dini kasus DBD yang datang ke Puskesmas serta menyosialisasikan promosi edukasi tentang penyuluhan DBD melalui langsung dan melalui media, baik oleh dinas maupun Puskesmas," terang Lulis.
Selain itu, kata Lulis, Wali Kota Sukabumi juga sudah membuat surat edaran kepada setiap instansi pemerintahan maupun swasta. Instruksi surat edarannya untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (menutup, mengubur, dan menguras).
"Di setiap instansi, diimbau agar membuat spanduk yang berisi komitmen melakukan PSN," jelasnya. (R-1)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan publik dan kepedulian sosial guna memastikan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman, tertib, dan terencana menjelang Idulfitri.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved