Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASKA perayaan hari Raya Idul Fitri 1441 hijriah di Palu, Sulawesi Tengah, harga bawang merah mengalami penaikan hingga menembus angka tertinggi.
Hasil pantauan Media Indonesia di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu, Kamis (28/5), harga bawang merah yang sebelumnya bertahan Rp40 ribu per kilogramnya (kg) kini melambung ke harga Rp60 ribu per kg.
Penaikan ini terjadi karena stok yang ada di tingkat pedagang menipis seiring tidak adanya suplai dari pengepul.
"Memang sudah berapa hari habis lebaran ini tidak ada suplai masuk, makanya banyak pedagang yang menaikkan harga karena stoknya sedikit," terang salah satu pedagang Hj Megawati.
Menurutnya, sejumlah pedagang tidak begitu tahu apa penyebab sehingga suplai belum ke pasaran.
Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, belum masuknya suplai pasca lebaran karena masih banyak pengepul yang libur.
"Kemungkinan ini juga belum ada suplai karena banyak pengepul yang masih libur. Artinya mereka belum turun ke pasar," ungkap Megawati.
Pedagang lainnya berharap, harga bisa kembali normal. Pasalnya, penaikan kali ini sudah menembus angka tertinggi.
"Biasanya bawang merah itu paling naik sampai Rp50 ribu per kg. Sekarang ini sudah tinggi sekali naiknya," ujar Andi Arjad.
Pun demikian, lanjutnya, konsumen yang datang ke pasar tetap melakukan pembelian. Namun, mengurangi porsi pembeliannya.
"Tetap ada yang membeli, tapi mereka mengurangi. Misalnya biasanya beli satu kg sekarang tinggal beli setengah kg," tandas Arjad. (OL-13)
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved