Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
STATUS transmisi lokal penularan covid-19 di DIY harus segera diikuti langkah pencegahan massif dan serius. Hal tersebut diungkapkan oleh Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY, Jumat (8/5).
"Saat ini belum ada perubahan tindakan yang signifikan terkait tindakan pencegahan apabila dibandingkan ketika belum terjadi transmisi lokal.Langkah dan kebijakannya masih umum umum dan sama saja, padahal kondisinya sudah sangat berbeda," kata dia.
Tempat-tempat umum tetap saja ramai dan tidak teratur dalam prosedur tetap (protap) pencegahan. Ia mencontohkan, beberapa pasar tradisional maupun modern ramai sekali dan minim pelaksanaan protab pencegahan. Banyak warga tidak pakai masker, tidak jaga jarak, dan tidak mematuhi protokol penanggulangan Covid-19, seolah tidak ada apa apa.Petugas juga jarang terlihat di tempat-tempat yang ramai tersebut untuk ingatkan warga agar taat protap.
"Kita tidak boleh panik itu betul, tapi kehilangan kewaspadaan itu membahayakan," kata dia.
Peristiwa terakhir, contoh dia lagi, di salah satu pusat perbelanjaan di Sleman cukup menjadi pelajaran. Dia khawatir hal serupa akan menjalar ke tempat lain bila tidak ada pencegahan masif.
"Jika sudah sangat tidak terkendali penyebaran dan tidak bisa lagi ditracing, kita akan sangat terpaksa melakukan PSBB," lanjut dia.
Dia menyebut, saat ini sebenarnya sudah memenuhi syarat Pembatasan Sosial Berskala Besar di DIY. Namun, jalan ini sangat berat resikonya pada warga, terutama dari sisi perekonomian. Selain itu, berat lagi dari sisi anggaran daerah karena warga terdampak yang kurang mampu harus dicukupi kebutuhan hidupnya.
"Kami minta gugus tugas segera bertindak cepat dan menyadari saat ini kondisi berbeda dibanding dulu. Tindakan dan pola kerja juga harus berbeda," kata dia menyimpulkan kinerja Gugus Tugas Penanganan Covid 19 di DIY.
baca juga: DPRD Kota Sorong Minta Pemkot Realokasi APBD Untuk Cegah Covid-19
Pihaknya akan segera koordinasikan dengan gugus tugas agar tindakan pencegahan diprioritaskan dan dilakukan masif. Berdasarkan hasil laboratorium tes covid-19 di DIY, Kamis (7/5) sore, sebanyak 137 orang positif, dengan rincian pasien dirawat 73, pasien sembuh 57, dan pasien meninggal dunia 7. Selain itu, 749 orang dinyatakan negatif dan135 orang masih dalam proses menunggu hasil tes swab. (OL-3)
Bosan dengan opor? Coba resep Brongkos Yogyakarta legendaris favorit Sultan. Inovasi susu evaporasi bikin kuah lebih gurih, creamy, dan 0% kolesterol!
HOTEL Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris semakin menancapkan pengaruhnya di dunia hospitality. Lewat tangan dingin, Djoni Tatinggulu selaku General Manager, Kimaya Yogyakarta
Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Munawir untuk memperkuat spiritual kader selama Ramadan.
STOK sejumlah bahan pangan utama di Kota Yogyakarta tercatat surplus menjelang Lebaran 2026. Pasokan beras mencapai sekitar 2.770 ton per minggu.
BERDASARKAN hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan pemudik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Para peserta tidak hanya berdiam diri di dalam ruangan kelas, melainkan terjun langsung melakukan produksi konten di berbagai situs ikonik dan heritage di Yogyakarta.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved