Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) telah menghabiskan Rp37,8 miliar untuk penanganan virus korona atau covid-19. Alokasi anggaran itu berasal dari APBD Banyumas 2020. Jika ada kekurangan, akan dilakukan penggeseran anggaran kembali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas Wahyu Budi Saptono mengatakan pada awalnya, Banyumas mengalokasikan Rp3,8 miliar dari pos belanja tidak terduga (BTT). Anggaran tersebut telah habis.
"Oleh karena itu, kami kemudian melakukan perombakan dan penggeseran anggaran pada APBD. Salah satunya adalah memotong anggaran perjalanan dinas hingga 60% di semua organisasi perangkat daerah (OPD). Dari pergeseran anggaran tersebut, diperoleh dana Rp50 miliar," jelas Wahyu di sela-sela pembagian sembako untuk masyarakat Kelurahan Pabuwaran di Kantor Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Banyumas, Selasa (7/4).
Baca juga: Hotel Preanger Bandung Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis
Menurutnya, dari anggaran senilai Rp50 miliar, telah digunakan sebesar Rp34 miliar untuk berbagai upaya pencegahan covid-19. Sehingga total yang telah keluar mencapai Rp37,8 miliar. "Masih tersisa Rp16 miliar. Dana ini nantinya bakal digunakan untuk jaring pengaman sosial (JPS). Alokasi tersebut bakal diperuntukkan bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19," ujar Sekda.
Dia menambahkan, pemprov sedang mendata kepada warga tidak mampu di Banyumas yang belum memperoleh bantuan pangan nontunai (BPNT) maupun yang tidak masuk program keluarga harapan (PKH).
"Sejauh ini, masyarakat tidak mampu di Banyumas yang tidak belum masuk dalam program APBN ada sekitar 100 ribu keluarga. Karena itulah, dana Rp16 miliar itu nantinya akan dipakai untuk JPS mereka. Namun, nantinya akan dibagi antara yang diurus Pemkab Banyumas dan Pemprov Jateng supaya tidak tumpang tindih," jelasnya.
Baca juga: Pemprov Babel Tiadakan Bukber dan Safari Ramadan
Jika ada kekurangan dana dalam penanganan covid-19, lanjut dia, akan ada pergeseran lagi anggaran. "Kalau dananya kurang, dapat dilakukan penggeseran anggaran lagi, misalnya dari proyek-proyek yang ditunda. Karena sesuai dengan arahan, penanganan covid-19 menjadi yang utama," tandasnya. (X-15)
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Penyaluran ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan stok minyak goreng rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga di pasaran, terutama menjelang bulan Ramadan.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati atas situasi nasional yang saat ini tengah menghadapi serangkaian musibah
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved